Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Persiapan Atlet Panahan Parigi Moutong Terhambat, Target Latihan Dicuri

×

Persiapan Atlet Panahan Parigi Moutong Terhambat, Target Latihan Dicuri

Sebarkan artikel ini
Sejumlah peralatan latihan (Terget butts) atlet panahan Parigi Moutong hilang di curi. (Foto – Istimewah).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID— Persiapan atlet cabang olahraga (Cabor) panahan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 terancam terganggu.

Hal ini menyusul hilangnya sejumlah peralatan latihan berupa target butts di kawasan alun-alun Kota Parigi akibat aksi pencurian.

Pelatih panahan Parigi Moutong, Fikri Balla, mengungkapkan kekecewaannya atas maraknya pencurian fasilitas olahraga yang terjadi di sekitar kompleks perkantoran Pemerintah Daerah setempat.

Baca lainnya :  Aksi Damai di Kantor Bupati Parimo, Warga Diterima Langsung oleh Kapolres dan Bupati

“Sudah berulang kali target butts latihan hilang, padahal itu hanya rangka besi dan papan target face saja,” ujar Fikri kepada wartawan di Parigi, Minggu (10/8/2025).

Menurut Fikri, lemahnya pengawasan dan kurangnya petugas keamanan membuat fasilitas olahraga menjadi sasaran empuk pencurian.

Tak hanya cabang panahan, beberapa perlengkapan olahraga lain juga ikut raib, termasuk pagar besi dan alat Cabor Gateball.

Baca lainnya :  BMKG Edukasi Warga Parimo Soal Risiko Gempa dan Pentingnya Kesiapsiagaan

“Sampai saat ini, total enam target kami hilang. Terakhir, kemarin malam satu target dicuri saat sedang kami gunakan untuk pembinaan atlet Popda,” ungkapnya.

Fikri menegaskan, pencurian ini berdampak langsung terhadap proses latihan atlet dan persiapan menghadapi kejuaraan tingkat kabupaten hingga provinsi.

Ia meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak kepolisian untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Saya sebagai pelatih sangat prihatin. Pencurian ini mempengaruhi persiapan atlet menuju POPDA, PORKAB, dan PORPROV ke depan,” tegas Fikri.

Baca lainnya :  Warga Sausu, Kabupaten Parigi Moutong Temukan Senpi Rakitan

Kata dia, peralatan latihan tidak memungkinkan untuk dibawa pulang oleh pelatih atau atlet karena keterbatasan transportasi, terutama ketiadaan kendaraan seperti mobil bak terbuka.

“Untuk sementara waktu, para atlet hanya dapat berlatih dengan sisa target butts yang ada demi mempertahankan ritme latihan dan kesiapan menuju ajang POPDA 2025,” ujarnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *