Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Kades Torue Sesalkan Penyegelan Kantor Desa, Pelayanan Masyarakat Terhenti Total

×

Kades Torue Sesalkan Penyegelan Kantor Desa, Pelayanan Masyarakat Terhenti Total

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Torue, Kalman Andi Mahmud.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Kepala Desa Torue, Kalman Andi Mahmud menyesalkan aksi penyegelan kantor desa oleh sekelompok warga yang menyebabkan terhentinya seluruh pelayanan administrasi kepada masyarakat.

Ia menilai, tindakan tersebut berlebihan dan merugikan warga yang membutuhkan layanan publik.

Menurut Kalman, penyegelan kali ini berbeda dari aksi sebelumnya yang hanya menutup akses sementara tanpa menghentikan aktivitas pemerintahan desa.

Kini, pelayanan benar-benar berhenti karena seluruh pintu dan fasilitas kantor disegel.

Baca lainnya :  Wabup Tinjau Pembangunan SPAM dan Puskesmas di Kecamatan Torue

“Penyegelan yang dilakukan kali ini membuat pelayanan berhenti total. Padahal, ada warga yang sedang mengurus dokumen penting seperti formulir N1 dan berkas lainnya,” ujar Kalman kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).

Ia mengungkapkan, pihak yang melakukan penyegelan disebut telah meminta izin kepada pemerintah kecamatan sebelum melaksanakan tindakan tersebut.

Namun, menurutnya, izin itu seharusnya tidak dijadikan dasar untuk menghentikan pelayanan masyarakat.

“Kalau memang ingin menyampaikan aspirasi, seharusnya tetap ada batas. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu apa-apa ikut dirugikan,” tegasnya.

Baca lainnya :  64 Personel Polres Parigi Moutong Naik Pangkat di Akhir Tahun 2024

Kalman juga menyayangkan adanya dugaan perusakan fasilitas kantor desa selama aksi berlangsung. Beberapa fasilitas yang rusak di antaranya kamera pengawas (CCTV) dan pintu belakang kantor.

“Kami menemukan CCTV rusak dan pintu belakang kantor didobrak. Ini sudah bukan lagi aksi protes, tapi perusakan aset desa,” kata dia.

Ia meminta pemerintah kecamatan dan aparat keamanan segera turun tangan untuk memulihkan kondisi, menenangkan situasi, dan memfasilitasi dialog antara pihak yang berselisih agar pelayanan publik kembali normal.

Baca lainnya :  GMNI Parigi Moutong Cetak Kader Nasionalis Progresif dan Militan

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana masyarakat bisa kembali mendapatkan pelayanan tanpa hambatan. Kami terbuka untuk dialog, asalkan tidak merugikan warga,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas pemerintahan Desa Torue hingga kini masih belum berjalan normal, sementara warga berharap pelayanan administrasi segera dibuka kembali.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *