banner 728x250

KONI Parigi Moutong Tegaskan Tidak Ada Cabor yang Dianaktirikan, PELTI Diminta Perkuat Pembinaan

Sekretaris Umum KONI Parigi Moutong, Supardin foto bersama para atlet dan pengurus PELTI usai penyerahan plakat kepada pemenang tenis di ajang Porkab VI di Indoor Kantor Bupati, Kamis (27/11/2025). Foto – Aswadin.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, menegaskan bahwa tidak ada satu pun cabang olahraga (cabor) yang dianaktirikan dalam proses pembinaan maupun dukungan organisasi.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan ketidakadilan terhadap Cabor Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI).

banner 728x90

Hal itu disampaikan Supardin saat mewakili Ketua KONI pada penutupan pertandingan Cabor Tenis pada ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) VI di Indoor Kantor Bupati, Kamis (27/11/2025).

Supardin mengaku perlu menyampaikan klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman di internal organisasi olahraga.

Baca lainnya :  KONI Parigi Moutong Dorong Seleksi Atlet Futsal Melalui Porkab VI

“Apa yang disampaikan oleh teman-teman dari PELTI itu tidak benar adanya. Tidak ada cabor yang dianaktirikan oleh KONI,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa KONI bekerja berdasarkan hasil evaluasi kinerja setiap cabor dan bukan soal suka atau tidak suka.

Menurut Supardin, evaluasi terhadap 27 cabor dilakukan secara objektif setiap tahun. Dari evaluasi tersebut, beberapa cabor, termasuk tenis, dinilai perlu penguatan pengurus, pembinaan lebih terstruktur, serta komitmen pelatih dan atlet.

Baca lainnya :  Taekwondo Parigi Moutong Bidik Empat Emas di Porprov X Morowali

“Kami butuh pengurus yang benar-benar mau bekerja keras. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki, bukan untuk menjatuhkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa KONI selalu membuka ruang komunikasi jika ada persoalan di internal cabor.

“Jangan sampai mispersepsi membuat organisasi rusak. Keterbukaan itu penting agar pembinaan berjalan baik,” katanya.

Meski menegaskan tidak ada perlakuan khusus maupun pembedaan, Supardin mengatakan bahwa PELTI tetap mendapat perhatian untuk peningkatan prestasi.

Salah satu langkah yang sedang diwacanakan adalah program “Tenis Masuk Sekolah” untuk mencari bibit atlet muda menuju Porprov 2026.

Baca lainnya :  Bidik Juara Unsulbar 2026, IPF Parigi Moutong Turunkan 12 Atlet Terbaik

“Tenis tetap kita dorong pembinaannya. Bahkan kami wacanakan masuk ke sekolah agar pembinaan dimulai dari usia dini,” terangnya.

Supardin juga mengingatkan pentingnya komitmen atlet untuk tidak mudah berpindah ke daerah lain hanya karena tawaran bonus.

“Yang terpenting adalah tetap membela Parigi Moutong. Prestasi akan datang jika pembinaan berjalan baik,” ujarnya.

Menutup penyampaiannya, Supardin menegaskan kembali bahwa KONI tidak pernah membeda-bedakan cabang olahraga.

“Kami hadir untuk seluruh cabor, tanpa pengecualian. Dengan komitmen bersama, prestasi daerah akan meningkat,” ujarnya.

Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *