
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi untuk mengembangkan program pelatihan pertanian bagi warga binaan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pembinaan produktif yang dapat menciptakan kemandirian sekaligus mendukung sektor pertanian daerah.
Kepala Lapas Kelas III Parigi, Fentje Mamirahi, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa keterlibatan Dinas TPHP akan memperkuat kualitas pelatihan yang diberikan kepada warga binaan.
“Kerja sama ini menjadi jembatan penting bagi warga binaan untuk mendapatkan keterampilan nyata di bidang pertanian. Dengan pendampingan teknis dari Dinas TPHP, pelatihan akan lebih terarah dan sesuai kebutuhan pasar,” ujar Fentje, Senin (8/12/2025).
Melalui program ini, Dinas TPHP akan memberikan pendampingan mulai dari teknik budidaya, pengelolaan lahan, pemilihan varietas unggul, hingga penyediaan bibit.
Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi benar-benar menghasilkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan bebas.
Selain itu, Dinas TPHP juga mendorong pemanfaatan lahan tidur di lingkungan Lapas sebagai area percontohan budidaya tanaman pangan dan hortikultura.
Langkah ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas warga binaan sekaligus memperluas area tanam produktif di Parigi Moutong.
Fentje berharap sinergi tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas.
“Semoga kerja sama ini tidak hanya sebatas penandatanganan, tetapi menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi warga binaan dan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas instansi dalam memperkuat pemberdayaan warga binaan melalui sektor pertanian yang memiliki potensi besar di daerah.








