
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi melaunching motif batik khas daerah sebagai langkah strategis memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan bahwa penetapan motif batik daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menghadirkan jati diri Parigi Moutong yang berakar pada nilai budaya dan sejarah lokal.
“Batik khas Parigi Moutong ini bukan hanya soal motif. Ini adalah jati diri daerah yang kita bangun bersama, melalui proses panjang, kajian, dan pelibatan masyarakat dari berbagai wilayah,” ujar Erwin Burase dalam sambutannya.
Peluncuran motif batik tersebut merupakan hasil dari Sayembara Motif Batik Khas Kabupaten Parigi Moutong yang melibatkan seniman, desainer, perajin batik, tokoh adat, hingga akademisi.
Tema, “Menggali Motif Budaya Lokal dalam Ragam Warna Persatuan” dipilih untuk menggambarkan keberagaman budaya Parigi Moutong yang berpadu dalam satu harmoni. Menurut Erwin, Pemerintah Daerah sengaja tidak menetapkan motif secara sepihak.
Proses sayembara dilakukan agar seluruh elemen masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi dan menuangkan kecintaan terhadap daerah dalam bentuk karya.
“Kita tidak mau motif ini ditetapkan tergesa-gesa. Kita undang tokoh-tokoh adat, akademisi, dan masyarakat dari pelosok wilayah. Semua karya yang masuk pada dasarnya bagus, dan itu menunjukkan kekayaan budaya kita,” tegasnya.
Erwin Burase juga menargetkan motif batik khas Parigi Moutong dapat digunakan secara luas, khususnya dalam lingkungan pemerintahan, kegiatan resmi, hingga agenda sosial kemasyarakatan sebagai simbol kebanggaan daerah.
“Saya berharap ke depan, batik Parigi Moutong ini kita pakai bersama. Dalam kegiatan pemerintahan, acara resmi, hingga perayaan daerah. Inilah wajah budaya kita yang harus kita angkat dan kita populerkan,” katanya.
Selain penguatan identitas, Erwin menilai pengembangan batik lokal memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri kecil di daerah.
Ia menyebut, Parigi Moutong menjadi salah satu kabupaten pelopor di Sulawesi Tengah yang melakukan pengkajian mendalam terhadap pengembangan batik berbasis budaya lokal.
“Ini bukan hanya soal budaya, tetapi juga peluang ekonomi. Batik lokal harus menjadi sumber penghidupan baru, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya daerah agar tetap lestari dan bernilai bagi generasi mendatang.








