banner 728x250
Palu  

Operasi SAR Palu Tangani 87 Kejadian Sepanjang 2025, 274 Orang Berhasil Diselamatkan

Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal bersama jajaran pimpinan pada kegiatan Coffe Morning, Rabu (24/12/2025), di Palu.

Palu, PUSATWARTA.ID — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu mencatat telah menangani 87 operasi SAR sepanjang tahun 2025.

Dari seluruh operasi tersebut, 274 orang berhasil diselamatkan, 33 orang meninggal dunia, dan 11 orang dinyatakan hilang.

banner 728x90

Data tersebut disampaikan, Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal pada kegiatan Coffe Morning yang digelar jajaran pimpinan di salah satu Cafe di Palu. Rabu (24/12/2025).

Baca lainnya :  Setahun Jadi Anggota DPR RI Longki Kunjungi 13 Kabupaten/Kota di Sulteng

Ia didampingi, Kepala Subseksi Operasi, Rusmadi, Kepala Subseksi Sumberdaya, Afrizal Soelaiman, dan Kepala Urusan Umum, Ruslan.

Menurutnya, data tersebut, menunjukkan berbagai jenis kejadian yang ditangani SAR Palu, mulai dari kecelakaan kapal, bencana alam, hingga kondisi membahayakan jiwa manusia (KMM).

Muh. Rizal menjelaskan, kecelakaan kapal menjadi kasus paling dominan dengan 42 kejadian. Dari insiden tersebut, 129 orang berhasil diselamatkan, 5 orang meninggal dunia, dan 6 orang masih dinyatakan hilang.

Baca lainnya :  PFI Palu Siap Gelar Pameran Foto ‘Asa di Atas Patahan'

Sementara itu, bencana alam tercatat terjadi sebanyak 8 kejadian. Dalam penanganannya, tim SAR berhasil menyelamatkan 109 orang, dengan 9 orang meninggal dunia, dan tidak ada korban hilang.

Untuk kategori Kondisi Membahayakan Jiwa Manusia (KMM), SAR Palu menangani 35 kejadian. Dari jumlah tersebut, 34 orang berhasil diselamatkan, 19 orang meninggal dunia, dan 5 orang dilaporkan hilang.

Baca lainnya :  Gubernur Sulteng Dorong Parigi Moutong Bangun Bumi Perkemahan Pramuka Permanen

Selain itu, SAR Palu juga menangani 2 kejadian kecelakaan dengan penanganan khusus, dengan hasil 2 orang berhasil diselamatkan dan tidak terdapat korban meninggal maupun hilang.

SAR Palu menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, respon cepat, serta koordinasi lintas sektor guna meminimalisasi risiko korban jiwa dalam setiap kejadian, khususnya di wilayah perairan dan daerah rawan bencana.

Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *