
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Parigi Moutong, Efendi Batjo, menyoroti arah pembinaan sepak bola di daerah yang dinilai masih lebih berorientasi pada kompetisi tarkam (antar kampung) bernuansa bisnis, ketimbang mendorong prestasi dan pengembangan pemain muda secara berjenjang.
Hal tersebut disampaikan Efendi saat membuka Turnamen Liga 4 Indonesia Zona II Seri Kabupaten Parigi Moutong (Bupati Cup) yang digelar di Lapangan Gelora Mitra Kotaraya, Sabtu (27/12/2025).
Efendi mengapresiasi pelaksanaan Liga 4, namun menyayangkan minimnya partisipasi tim yang mendaftar.
“Saya mengapresiasi kegiatan Liga 4 ini, tapi sangat disayangkan hanya 12 tim yang ikut. Padahal pemain kelahiran 2007–2008 ini adalah momen emas untuk kita seleksi sebagai persiapan Porprov Sulawesi Tengah 2026 di Morowali,” ujarnya.
Menurut Efendi, Parigi Moutong memiliki potensi besar karena dihuni banyak pemain berbakat, mulai dari wilayah Tinombo Selatan hingga Kecamatan Moutong, termasuk Kecamatan Mepanga yang disebutnya sebagai gudang pemain sepak bola.
“Daerah ini sebenarnya kaya pemain berpotensi. Saya berharap kompetisi seperti ini bisa benar-benar didominasi oleh pemain lokal, khususnya dari Mepanga,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Liga 4 harus menjadi wadah pembinaan yang serius, bukan sekadar ajang formalitas.
Askab PSSI Parigi Moutong, kata dia, berkomitmen melakukan seleksi secara objektif dan profesional, tanpa intervensi kepentingan pribadi.
“Tidak ada koneksi, tidak ada saudara, tidak ada titipan. Kita ingin benar-benar menyiapkan pemain terbaik untuk Porprov. Masa usia ini harus kita salurkan dan bina dengan benar,” tegas Efendi.
Efendi juga meminta seluruh perangkat pertandingan dan tim seleksi agar bekerja secara adil dalam menilai pemain, terlebih sistem kompetisi akan mempertemukan Zona I dan Zona II melalui mekanisme kandang-tandang.
“Kami hanya berharap penilaian dilakukan secara objektif, sehingga pemain yang terpilih memang layak dan siap membawa nama Parigi Moutong,” ujarnya.
Ke depan, Askab PSSI Parigi Moutong juga akan menyiapkan pelatih yang kompeten untuk membina tim menuju Porprov 2026, mengingat daerah tersebut belum berhasil meraih prestasi maksimal pada ajang sebelumnya.
Selain itu, Efendi mengaitkan pelaksanaan Bupati Cup dengan regulasi Permendagri, yang memungkinkan turnamen sepak bola digelar hingga tingkat desa.
“Turnamen ini bisa kita atur berjenjang, ada piala tetap dan piala bergilir. Harapannya setiap desa bisa aktif, sehingga pembinaan sepak bola berjalan berkelanjutan,” ujarnya.








