Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

MUI Parigi Moutong Koordinasi dengan Polisi Tertibkan Hiburan Goyang Erotis

×

MUI Parigi Moutong Koordinasi dengan Polisi Tertibkan Hiburan Goyang Erotis

Sebarkan artikel ini
Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong, Sudirman Tjora. (Foto – Istimewah).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Parigi Moutong mengambil langkah penertiban terhadap maraknya hiburan goyang erotis yang muncul dalam sejumlah pesta pernikahan di wilayah utara Parigi Moutong.

Upaya ini dilakukan menyusul laporan resmi dari MUI Kecamatan Palasa.

Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong, Sudirman Tjora, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres setempat setelah menerima laporan dan dokumentasi video yang sempat viral di media sosial.

Baca lainnya :  Ketua Komda Alkhairaat Parigi Moutong Apresiasi Perhatian Pemda di Peringatan Isra Mi'raj

“Kami tidak tinggal diam. Setelah surat masuk, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Parigi Moutong dan memperlihatkan video tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak kepolisian menyatakan siap menindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujar Sudirman di Parigi, Kamis (8/1/2026).

Menurut Sudirman, fenomena hiburan dengan unsur tarian erotis tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Palasa, namun juga terdeteksi di beberapa kecamatan lain berdasarkan laporan para penyuluh agama di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong.

Baca lainnya :  Pastikan Kesiapan PSU, Ketua DPRD Sulawesi Tengah, kunjungi Parigi Moutong

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, MUI Kabupaten Parigi Moutong akan mengeluarkan surat imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh kecamatan.

Imbauan tersebut akan mengatur agar panitia hajatan dan penyelenggara kegiatan masyarakat tidak menampilkan hiburan yang bertentangan dengan norma agama dan kesusilaan.

Baca lainnya :  Puluhan Cleaning Service RSUD Anuntaloko Parigi Mogok Kerja

MUI menilai, keberadaan hiburan yang melampaui batas kesopanan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta merusak nilai budaya lokal yang selama ini dijunjung tinggi.

“MUI berharap ada kesadaran bersama dari masyarakat. Hiburan dalam pesta seharusnya bersifat menghibur, bukan mempertontonkan hal-hal yang melanggar norma,” tegas Sudirman.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *