banner 728x250

Tim SAR Gabungan Temukan Enam Korban Kecelakaan Pesawat di Pegunungan Sulsel

Tim SAR gabungan sedang mengevakuasi korban pesawat jatuh di pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Makassar, PUSATWARTA.ID — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan.

Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di sekitar area puncak Pegunungan Bulusaraung, tidak jauh dari lokasi ditemukannya bagian ekor pesawat.

banner 728x90

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian sejak pagi difokuskan pada penyisiran intensif di sektor puncak dan area sekitarnya dengan melibatkan unsur darat dan udara.

“Sejak pukul 07.53 Wita, empat personel tim puncak melakukan penyisiran di sisi kiri line di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter Caracal untuk memperluas jangkauan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat,” ujar Andi Sultan.

Baca lainnya :  Tim SAR Tembus Medan Ekstrem, Korban Kedua Pesawat ATR Dievakuasi di Maros

Ia menjelaskan, pada rentang waktu pukul 09.22 hingga 10.11 Wita, tim SAR gabungan menemukan enam korban pada titik koordinat yang saling berdekatan.

Satu korban berhasil dievakuasi dari jurang sedalam sekitar 350 meter ke atas puncak pegunungan.

“Satu paket sudah bersama tim SAR gabungan. Masih terdapat lima paket lainnya yang akan dievakuasi. Saat ditemukan, jarak antara paket sekitar 50 meter dan berada di lokasi tanpa serpihan pesawat,” ungkapnya.

Baca lainnya :  Basarnas Serahkan Black Box Pesawat ATR 42-500 ke KNKT untuk Investigasi

Selain penyisiran di sektor puncak, sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) juga dikerahkan ke beberapa sektor pencarian dengan kekuatan personel yang bervariasi.

Seluruh unsur kemudian diarahkan menuju lokasi penemuan korban berdasarkan titik koordinat yang telah dipastikan.

Upaya dukungan udara kembali direncanakan menggunakan helikopter Bell 429 untuk dropping personel dan logistik.

Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan dan helikopter kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin akibat kondisi cuaca di lokasi yang tidak memungkinkan.

Baca lainnya :  SAR Temukan 10 Paket Evakuasi Pesawat ATR di Bulusaraung

Andi Sultan menegaskan, medan yang ekstrem menjadi tantangan utama dalam operasi SAR kali ini.

“Medan sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah menjadi kendala di lapangan,” ujarnya.

Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan dinamika di lapangan.

Tim SAR gabungan berkomitmen melakukan upaya terbaik dalam rangka pencarian dan evakuasi seluruh korban kecelakaan pesawat tersebut.

Editor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *