
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Parigi Moutong mengikuti kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar secara daring, Rabu (11/2/2026), di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kementerian Haji dan Umrah kepada seluruh kantor wilayah provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan manasik haji secara serentak tingkat nasional.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Parigi Moutong, Subhan Lapu, mengatakan manasik nasional ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Ramah Perempuan.
“Materi yang diberikan menekankan pada pelayanan prioritas bagi jamaah lansia, penyandang disabilitas serta perempuan, agar pelaksanaan ibadah haji lebih inklusif dan nyaman bagi semua,” ujar Subhan.
Ia menjelaskan, tahun ini terdapat lima calon jamaah haji kategori lanjut usia (Lansia) asal Parigi Moutong. Usia tertua tercatat 93 tahun, sementara yang termuda 83 tahun.
Menurut Subhan, aspek kesehatan menjadi penekanan utama dalam manasik tahun ini.
Hal tersebut menyusul kebijakan otoritas Arab Saudi yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap jamaah setibanya di Tanah Suci.
“Dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, apabila jamaah dinyatakan tidak sehat saat pemeriksaan, maka akan dikembalikan ke Indonesia. Karena itu kami tekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak sekarang,” jelasnya.
Ia mengimbau seluruh calon jamaah untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta rutin memeriksakan kesehatan sebelum keberangkatan.
Dari total kuota, sebanyak 102 calon jamaah haji Parigi Moutong telah melunasi biaya perjalanan haji, di luar petugas pendamping.
Untuk pembinaan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Parigi Moutong akan menggelar manasik sebanyak empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten.
Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lima kali pertemuan, menyesuaikan dengan efisiensi anggaran.
“Manasik ini sangat penting. Ada perbedaan signifikan antara jamaah yang mengikuti bimbingan dengan yang tidak, terutama dalam praktik seperti tata cara memakai ihram dan pelaksanaan rukun haji lainnya. Ini adalah pendidikan dasar sebelum berangkat,” tegasnya.
Subhan berharap seluruh calon jamaah dapat mempersiapkan diri secara maksimal agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Tahun ini, kuota haji secara nasional juga mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya.
Namun demikian, pihaknya memastikan seluruh jamaah asal Parigi Moutong yang telah melunasi biaya tetap diberangkatkan sesuai kuota yang ditetapkan.
Penulis Berita : Wad
Editor : Wady








