banner 728x250

Kajati Sulteng Targetkan Parigi Moutong Jadi Percontohan Nasional Jaksa Mandiri Pangan

Kejati Sulteng bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menanam jagung bersama di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat. (Foto – Aswadin/PusatWarta.id).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, menargetkan Sulawesi Tengah menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan Program Jaksa Mandiri Pangan.

Hal itu disampaikannya kepada sejumlah awak media usai kegiatan tanam jagung bersama di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (12/02/2026).

banner 728x90

Menurut Nuzul Rahmat, program yang digagas Kejaksaan Agung RI tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Baca lainnya :  Kecelakaan Minibus di Kebun Kopi Parigi Moutong, Korban Selamat Dievakuasi dari Jurang 110 Meter

“Sesuai arahan pimpinan Kejaksaan Agung, kami di daerah diminta bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mendukung Program Jaksa Mandiri Pangan. Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan kami optimistis bisa menjadi percontohan nasional,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Kejaksaan bersama Pemda Parigi Moutong telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk program tersebut, dengan 1,5 hektare di antaranya telah ditanami jagung.

Baca lainnya :  Retreat di IPDN, Wabup Parigi Moutong Dukung Sinergi Program Pusat dan Daerah

Desa Lobu Mandiri menjadi titik kedua pelaksanaan program di Sulawesi Tengah setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Sigi.

Menurutnya, potensi pertanian di Parigi Moutong dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah harus dioptimalkan agar tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi juga mampu menyuplai ke wilayah lain.

Baca lainnya :  Gubernur - Bupati dan Walikota Sepakati Perjanjian Kerjasama Biaya Bantuan Penyelenggaraan Ibadah Haji

“Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mengelola dan mengoptimalkan sumber daya yang ada, sehingga Sulawesi Tengah tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi daerah penyangga pangan,” tandasnya.

Ia menambahkan, sejumlah komoditas unggulan Sulawesi Tengah telah menembus pasar ekspor dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penulis Berita : Wad

Editor : Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *