banner 728x250

KADIN Parigi Moutong Dorong Regulasi dan Model Ekonomi Berbasis Desa

Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong. (Foto – Aswadin/PusatWarta.id).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten segera menghadirkan payung hukum guna memperkuat ekosistem durian di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan menyusul ekspor perdana durian beku ke Tiongkok yang dinilai sebagai awal kebangkitan ekonomi berbasis desa.

banner 728x90

Faradiba menekankan pentingnya regulasi yang mengatur tata niaga, standar mutu, kemitraan petani dan UMKM, hingga kepastian investasi.

Baca lainnya :  Meriah dan Penuh Nasionalisme, Pemkab Parimo Gelar Malam Ramah Tamah HUT ke-80 RI

“Tanpa regulasi, ekosistem ini akan rapuh. Dengan aturan yang kuat, petani terlindungi, UMKM tumbuh, dan investor merasa aman,” ujar Faradiba dalam sambutanya saat pelepasan perdana durian beku ke Tiongkok, di Tolai, Kamis (26/2/2026).

Ia juga mendorong pengembangan model ekonomi berbasis desa dengan lahan percontohan minimal 10 hektare per desa yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Baca lainnya :  Kecelakaan Tunggal di Jalur Trans Sulawesi Parigi, Truk Bermuatan Air Mineral Terguling

Sistem budidaya akan menerapkan pola tumpang sari agar petani tetap memiliki arus pendapatan rutin dari komoditas lain.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh terpusat di kota, tetapi harus dimulai dari desa.
Faradiba turut menyampaikan apresiasi kepada PT Silvia Amarta Jaya atas perannya dalam merealisasikan ekspor perdana tersebut.

Baca lainnya :  Banjir Landa Desa Air Panas, Parigi Moutong

Ia optimistis, dengan regulasi yang jelas dan sinergi pemerintah serta pelaku usaha, durian Sulawesi Tengah dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Penulis Berita : Wad

Editor : Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *