
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjadi tuan rumah Rapat Kerja Pemerintah Daerah (Rakerda) Provinsi Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan Safari Ramadhan 2026, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Parigi Moutong, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan organisasi kemasyarakatan.
Bupati Erwin Burase dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Parigi Moutong sebagai lokasi pelaksanaan Rakerda yang dirangkaikan dengan Safari Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sinergitas pembangunan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.
“Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keimanan serta menyatukan komitmen dalam membangun Parigi Moutong yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, visi pembangunan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2025–2029 adalah “Parigi Moutong Maju, Mandiri dan Berkelanjutan melalui Gerbang Desa.”
Visi itu dijabarkan dalam lima misi utama, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, penguatan ketahanan ekologi berbasis sosial budaya, hingga tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Pada periode awal kepemimpinannya, Pemkab menetapkan sejumlah agenda prioritas, antara lain percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting.
Selain itu, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, transformasi layanan kesehatan, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling.
Berdasarkan data 2025, angka kemiskinan turun dari 14,20 persen pada 2024 menjadi 13,51 persen. Angka stunting juga menurun dari 28,5 persen menjadi 22,30 persen.
Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 69,48 menjadi 69,99 dan pertumbuhan ekonomi naik dari 3,50 persen menjadi 3,92 persen.
Meski demikian, Bupati mengakui angka kemiskinan masih relatif tinggi, terutama di wilayah pegunungan seperti Kecamatan Tinombo, Palasa dan Tomini yang menjadi lokus penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Untuk itu, Pemkab terus mendorong penguatan infrastruktur dasar, khususnya pembangunan jalan desa guna meningkatkan konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat.
Bupati juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi dalam bentuk sinergi program dan bantuan sarana prasarana, termasuk alat berat untuk percepatan pembangunan berbasis swakelola.
Sumber : Diskominfo Parigi Moutong
Editor : Wady








