
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID —Komandan Korem 132/Tadulako, Brigjen TNI Deni Gunawan, S.E., melaunching program pembangunan 200 titik Jembatan Garuda di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (9/3/2026).
Ia mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden untuk membuka kembali akses wilayah yang terputus akibat banjir maupun kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.
“Pembangunan jembatan ini merupakan perintah Presiden. Banyak akses yang putus akibat banjir dan kerusakan, sehingga diperintahkan kepada KASAD dan jajaran untuk membangun jembatan perintis ini,” ujar Deni kepada sejumlah wartawan di lokasi peresmian.
Menurutnya, dari program tersebut saat ini terdapat 200 titik jembatan yang akan dibangun. Ke depan, pembangunan jembatan juga akan terus dilakukan hingga ke pelosok desa di Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan setiap Kodim direncanakan akan membangun minimal satu hingga dua jembatan setiap bulan.
“Untuk bulan Maret hingga April 2026 kami sudah melakukan survei lokasi pembangunan sekitar 10 sampai 15 titik jembatan di wilayah Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Adapun pembangunan jembatan tersebut tersebar di beberapa wilayah Kodim, di antaranya Kodim Kota Palu, Morowali dan Poso, dengan target pembangunan sekitar 10 hingga 15 jembatan setiap bulan hingga akhir tahun 2026.
Menurut Deni, keberadaan Jembatan Garuda memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Jembatan bukan hanya penghubung wilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat, mempermudah anak-anak pergi ke sekolah serta mempercepat akses layanan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, khusus di Kabupaten Parigi Moutong pihaknya juga telah membangun jembatan di wilayah Kecamatan Tinombo.
Selain itu, beberapa proses pembangunan lainnya masih terus dilakukan, termasuk pembuatan anker jembatan sambil menunggu material yang dikirim dari Jakarta.
Deni berharap program pembangunan 200 titik Jembatan Garuda tersebut dapat menghubungkan desa-desa yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
















