Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Politik

Petani Durian Parimo Curhat di Paripurna, Minta Pendampingan hingga Perlindungan Harga

×

Petani Durian Parimo Curhat di Paripurna, Minta Pendampingan hingga Perlindungan Harga

Sebarkan artikel ini
I Ketut Mardika petani durian sekaligus anggota DPRD Parigi Moutong.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Petani durian Kabupaten Parigi Moutong, I Ketut Mardika yang juga anggota DPRD setempat menyampaikan curhatannya di hadapan pemerintah daerah dalam rapat paripurna laporan Panitia Kerja (Panja) Packing House Komoditas Ekspor di ruang rapat DPRD, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan itu, ia berharap pemerintah dapat menjelaskan secara terbuka syarat dan mekanisme bagi petani untuk terlibat dalam program ekspor durian melalui fasilitas packing house.

Ia mengatakan, selama ini petani durian di Parigi Moutong telah merasakan peningkatan harga yang cukup signifikan dibanding beberapa tahun lalu.

Baca lainnya :  DPRD Parigi Moutong Bagikan Ratusan Takjil kepada Warga Jelang Berbuka

Jika sebelumnya harga durian hanya berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram, kini petani bisa menikmati harga hingga sekitar Rp35.000 per kilogram. Menurutnya, peningkatan harga tersebut memberi harapan bagi petani agar bisa hidup lebih sejahtera.

Namun demikian, ia mengungkapkan masih banyak persoalan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari serangan penyakit pada tanaman hingga keterbatasan fasilitas penanganan pascapanen.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu dirinya memanen sekitar 400 kilogram durian, namun sebagian hasil panen mengalami kerusakan akibat serangan penyakit sehingga tidak dapat dijual secara optimal.

Baca lainnya :  Ketua DPRD Parimo Hadiri Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Desa Uevolo

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya pendampingan dari pemerintah kepada petani. Ia menyebut, dahulu petani masih didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), namun saat ini pendampingan tersebut sudah jarang dirasakan.

“Sekarang yang sering datang justru penjual obat atau formulator pestisida, bukan penyuluh dari pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah membentuk atau memperkuat asosiasi petani durian untuk melindungi harga dan kepentingan petani, sehingga harga durian di tingkat petani dapat lebih stabil.

Baca lainnya :  Panja DPRD Parimo Rekomendasikan Stop Izin Packing House Bermasalah

Menurutnya, petani durian bekerja keras di lapangan, sehingga pemerintah diharapkan hadir memberikan perlindungan, pendampingan, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani.

“Kami berharap pemerintah benar-benar turun langsung membantu petani, agar durian Parigi Moutong yang sudah dikenal luas bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi petani,” tandasnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *