
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Warga Perumahan Saunagaya, Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam rumahnya sendiri, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 18.40 Wita.
Korban diketahui berinisial SK (61), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas oleh warga sekitar.
Kapolsek Parigi, IPTU Noldy W. Sualang, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan tersebut, kemudian langsung menuju lokasi bersama personel piket, SPKT, dan Tim Inafis Polres Parigi Moutong untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan, personel segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, disaksikan keluarga korban serta pemerintah desa setempat,” ujar Noldy.
Berdasarkan kronologis, sekitar pukul 17.00 Wita, tetangga korban bernama Sukri meminta anaknya memanggil korban untuk menghadiri undangan makan.
Namun, saat pintu rumah diketuk, tidak ada respons meskipun rumah dalam keadaan tidak terkunci.
Merasa curiga, sekitar pukul 17.40 Wita, Sukri bersama sejumlah warga kembali mendatangi rumah korban.
Saat masuk ke dalam rumah, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di depan kamar mandi dengan kondisi tubuh membengkak.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Brigpol Evendi yang merupakan warga setempat sekaligus anggota Polri, sebelum diteruskan ke Polsek dan Polres Parigi Moutong.
Hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polres Parigi Moutong yang dipimpin Aipda I Nyoman Mustika, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan ataupun indikasi pembunuhan. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban diketahui sudah lama menderita sakit,” jelas Noldy.
Pihak keluarga menyebutkan korban tinggal seorang diri sejak istrinya meninggal dunia sekitar empat tahun lalu. Dalam beberapa waktu terakhir, korban juga diketahui sering mengalami sakit batuk dan flu.
Meski tidak ditemukan indikasi tindak pidana, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kapolsek Parigi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian, sehingga setiap kejadian dapat segera ditindaklanjuti dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” pungkasnya.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi terkait penolakan tersebut.
















