Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Jakarta

Parigi Moutong Usulkan Roadmap Ketenagakerjaan Berbasis Lokal ke Kemnaker RI

×

Parigi Moutong Usulkan Roadmap Ketenagakerjaan Berbasis Lokal ke Kemnaker RI

Sebarkan artikel ini

Jakarta, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengajukan peta jalan (Roadmap) ketenagakerjaan berbasis potensi dan kebutuhan lokal kepada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dalam audiensi strategis yang digelar di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, di Ruang Rapat Sekretaris Jenderal Kemnaker RI.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan empat usulan strategis untuk mereformasi tata kelola ketenagakerjaan di tingkat daerah, terutama di wilayah yang masih didominasi sektor informal.

“Isunya bukan semata pengangguran, tapi kualitas kerja dan ketimpangan akses pelatihan,” tegas Bupati Erwin dalam paparannya.

Baca lainnya :  Dorong Layanan PAUD Berkualitas, Bunda PAUD Parigi Moutong Raih Apresiasi Nasional 2025

Empat Usulan Kunci dari Pemkab Parigi Moutong:Pelatihan vokasi berbasis potensi lokal, meliputi sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan digitalisasi desa.

Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Mobile Training Unit (MTU) untuk menjangkau wilayah terpencil dan memberikan pelatihan sesuai karakteristik lokal.

Digitalisasi layanan pasar kerja dari tingkat kabupaten hingga desa untuk mempertemukan pencari kerja dan pelaku usaha.

Sinkronisasi job fair pusat dan daerah agar sesuai dengan kompetensi lokal dan kebutuhan dunia industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Parigi Moutong memiliki 348.938 penduduk usia kerja dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 74,68 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya 2,10 persen.

Baca lainnya :  Bupati Parimo Usulkan Penguatan UMKM Lokal ke Kementerian Koperasi dan UKM

Namun, lebih dari 58.000 orang diketahui bekerja tanpa upah sebagai pekerja keluarga, mengindikasikan lemahnya struktur perlindungan kerja di sektor informal.

Sekretaris Jenderal Kemnaker RI, Prof. Dr. Cris Kuntadi, melalui perwakilan dari Sesditjen Lavotas, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk menjajaki sinergi program bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami siap menjajaki sinergi program lebih lanjut antara pusat dan Parigi Moutong,” ujarnya.

Hadir dalam audiensi tersebut antara lain Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hendra Bangsawan, Plt. Kepala Dinas Sosial Tri Nugrah Adiyarta, serta unsur DPRD Kabupaten Parigi Moutong.

Baca lainnya :  Akses Kesehatan Diakui Nasional, Parigi Moutong Terima UHC Award 2026

Mereka secara kolektif menyuarakan dukungan terhadap langkah proaktif yang diambil oleh Bupati.

Langkah ini dinilai sebagai contoh transformasi kebijakan ketenagakerjaan yang bersifat dari bawah ke atas (bottom-up), di mana daerah tidak hanya menyuarakan permasalahan, tetapi juga merumuskan solusi berbasis data dan realitas lokal.

“Transformasi ketenagakerjaan tidak cukup dibangun dari atas ke bawah. Daerah harus punya keberanian menyuarakan kebutuhan, mendesain solusi, dan menguji efektivitasnya,” ujarnya.

Sumber: Prokopim Setda/Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *