Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Lokakarya RP3S, Parigi Moutong Perkuat Sinergi Penthahelix Tekan Stunting

×

Lokakarya RP3S, Parigi Moutong Perkuat Sinergi Penthahelix Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong, buka lokakarya penyusunan dokumen RP3S, di Aula Bappelitbangda, Rabu (10/12/2025). Foto – Aswadin.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya mempercepat penurunan stunting melalui penyusunan Rencana Kerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RP3S) Tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Abdul Sahid mewakili Bupati pada pembukaan lokakarya penyusunan dokumen RP3S, berlangsung di Aula Bappelitbangda, Rabu (10/12/2025).

Dalam lokakarya penyusunan dokumen RP3S ini dihadiri pejabat pemerintah daerah, tenaga ahli pendamping stunting, camat, kepala puskesmas, serta stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdul Sahid menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi program stunting berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca lainnya :  Buka Rakor Penurunan Stunting, Bupati Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Melalui lokakarya ini, kata dia, pihaknya berupaya memperkuat sekaligus merealisasikan komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

Dokumen RP3S sendiri disusun sebagai acuan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan lintas wilayah, lintas sektor, dan lintas tingkat pemerintahan.

Dokumen tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber daya guna menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong.
RP3S 2026 memaparkan program, kegiatan, dan sub-kegiatan dari 17 perangkat daerah pengampu stunting.

Baca lainnya :  Pemkab Parimo Prihatin, Janji Perbaiki Tanggul Jebol dan Bantu Korban Banjir di Balinggi Jati

Ia menjelaskan, setiap rencana kegiatan disusun berdasarkan hasil analisis situasi stunting yang diinput dari kecamatan, puskesmas, serta penyuluh keluarga berencana melalui aplikasi E-Monev Bangda Stunting.

Menurutnya, dokumen ini sekaligus menjawab kebutuhan terhadap pertanyaan mengenai langkah konkret untuk mencapai target penurunan stunting tahun 2026.

Hal tersebut mencakup pengadaan barang dan jasa, pelatihan, kampanye, edukasi, serta kegiatan pendukung lain yang diperlukan.

Pihaknya menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak akan maksimal tanpa kolaborasi semua unsur pentahelix: pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas.

Baca lainnya :  MBG Resmi Diluncurkan di Masigi Parigi Moutong, Sasar Gizi Anak dan Ekonomi Warga

Kolaborasi tersebut, katanya diharapkan mampu mendorong perencanaan intervensi yang lebih spesifik dan sensitif, serta pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara bersama dan berkala.

Ia berharap dokumen RP3S dapat menjaga konsistensi capaian tujuan penurunan stunting Kabupaten Parigi Moutong menuju target 2026.

Abdul Sahid menambahkan, dokumen ini juga menjadi landasan dalam proses perencanaan dan penganggaran tahunan pembangunan daerah melalui RKPD 2026.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *