banner 728x250

Kinerja RSUD Moutong Meningkat Tajam, Dinkes Terus Perbaiki SDM dan Layanan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Gede Widiadha. (Foto – Aswadin).

Parigi Moutong,PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mempercepat pembenahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae Moutong melalui peningkatan layanan, pemenuhan tenaga spesialis, serta perbaikan tata kelola internal.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Gede Widiadha, saat ditemui wartawan di Parigi, Rabu (10/12/2025).

banner 728x90

Gede menjelaskan, RSUD Buluye Napoae Moutong pada awalnya dibangun untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata bagi masyarakat di wilayah utara Parigi Moutong.

Namun, perjalanan rumah sakit tidak berjalan mulus karena berbagai kendala yang menghambat pelayanan.

Menurut Gede, tiga masalah utama yang paling berdampak pada kinerja rumah sakit adalah kekurangan tenaga medis, akses, dan minimnya anggaran. Kondisi tersebut membuat pelayanan tidak berjalan optimal dan jauh dari harapan pemerintah.

Baca lainnya :  Hari Keempat Pencarian Korban Longsor di Parigi Moutong, Empat Orang Masih Hilang

Atas kondisi itu, ia diperintahkan pimpinan untuk memberikan pendampingan khusus guna memastikan RSUD Buluye Napoae Moutong mendapat dukungan yang dibutuhkan.

Kata dia, di bawah kepemimpinan Plt Direktur baru, Kurniati, koordinasi dengan Dinas Kesehatan berjalan lebih intens. Salah satu langkah penting adalah pemenuhan dokter spesialis yang selama ini menjadi kendala terbesar.

“Kami melakukan perjalanan ke beberapa daerah untuk menempatkan dokter spesialis. Alhamdulillah sudah ada MoU dengan Unhas Makassar, Udayana, UGM, dan dokter dari Pohuwato,” jelasnya.

Selain mendatangkan dokter dari luar daerah, pemerintah juga mendorong putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui program afirmasi yang telah dijalin dengan sejumlah universitas.

Baca lainnya :  Hari ke -7 Operasi Patuh Tinombala, Ratusan Pengendara Ditilang dan Ditegur di Parigi Moutong

Perbaikan SDM dan manajemen internal mulai menunjukkan dampak signifikan. Gede mengungkapkan, kunjungan pasien melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya.

“Dulu dalam setahun hanya sekitar 500 kunjungan. Sekarang sudah lebih dari 2.000 kunjungan,” terangnya.

Dari sisi pendapatan, RSUD Moutong juga mencatat capaian bersejarah. Jika sebelumnya rumah sakit hanya mampu menghasilkan sekitar Rp 500 juta per tahun, kini pada Oktober 2025 pendapatan sudah menembus Rp1,5 miliar dan berpotensi mencapai lebih dari Rp2 miliar hingga akhir tahun.

Dengan tren positif tersebut, target pendapatan tahun 2026 dinaikkan menjadi Rp2,5 miliar.

Selain peningkatan SDM dan layanan, pihak rumah sakit juga membenahi tata kelola keuangan, manajemen internal, dan kondisi fisik rumah sakit.

Baca lainnya :  Kanit Opsnal Narkoba Polres Parimo Santuni Warga Kurang Mampu

Kolaborasi dengan stakeholder kecamatan dan masyarakat turut membantu dalam menjaga kebersihan dan lingkungan rumah sakit.

“Secara fisik sudah banyak perubahan, walaupun masih perlu pengembangan layanan dan perbaikan fasilitas,” kata Gede.

Namun ia mengakui, rumah sakit masih kekurangan sejumlah sarana penting seperti alat rontgen, kantong darah, serta SDM definitif untuk bidang anestesi dan dokter bedah. Kekurangan ini segera diusulkan kepada pimpinan agar masuk dalam prioritas pengembangan.

Gede berharap peningkatan layanan RSUD Moutong dapat mengurangi rujukan masyarakat ke Tinombo maupun RSUD Anuntaloko Parigi, sehingga beban rumah sakit rujukan utama tidak semakin berat.

“Semoga dengan pembenahan ini layanan makin baik dan masyarakat Moutong tidak perlu terlalu sering dirujuk,” harapnya.

Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *