
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, menegaskan bahwa filosofi Partai NasDem adalah kesetaraan dan kebersamaan di dalam organisasi.
“Di Partai NasDem tidak ada istilah dek, kakak, ibu, atau bapak. Semua dipanggil kakak. Filosofinya sederhana, tidak ada satu orang pun yang lebih penting dari yang lain. Semua kader memiliki peran yang sama pentingnya,” ujar Nilam.
Ia menekankan bahwa pelantikan pengurus DPC bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen ideologis dan amanah besar untuk menghadirkan Partai NasDem di tengah masyarakat.
“Pelantikan ini adalah sumpah dan amanah. NasDem harus hadir dalam segala situasi, baik suka maupun duka. Kami ingin bekerja nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Nilam juga mengingatkan seluruh kader dan anggota legislatif NasDem agar tidak pernah lelah turun ke masyarakat, mendengar aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Politik tanpa integritas hanya akan menjadi transaksional. Kekuasaan tanpa integritas adalah pengkhianatan terhadap rakyat,” katanya.
Menurut Nilam, masa reses anggota legislatif harus dimanfaatkan untuk kembali ke daerah pemilihan dan menyapa masyarakat, bukan hanya hadir saat membutuhkan suara.
“NasDem harus hadir bersama rakyat, bukan hanya ketika meminta mandat. DPC adalah tulang punggung partai karena langsung bersentuhan dengan masyarakat di kecamatan dan desa,” jelasnya.
Ia juga meminta agar setiap persoalan di tingkat DPC dikomunikasikan dan dikoordinasikan secara berjenjang, serta menekankan pentingnya saling mengingatkan dalam organisasi.
“Kalau ada kesalahan, kita perbaiki bersama. Teguran itu bukan hukuman, tetapi bentuk kepedulian. Kita bangun politik yang santun, tegas, berani, dan beretika,” ujarnya.
Nilam menutup sambutanya dengan ajakan memperkuat soliditas kader demi mewujudkan cita-cita restorasi Indonesia.
“Partai NasDem harus menjadi rumah aspirasi rakyat. Terkadang rakyat datang bukan untuk diberi apa-apa, tapi hanya ingin didengarkan dan dibantu menyelesaikan masalahnya,” pungkasnya.








