
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Bupati Kabupaten Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian kebijakan menyusul efisiensi anggaran dan pemangkasan Dana Desa yang mencapai sekitar 68 persen.
Penegasan ini disampaikan, Bupati Erwin Burase kepada wartawan di Parigi, Selasa (20/1/2026).
Erwin mengatakan, kondisi tersebut membuat Pemkab Parigi Moutong harus lebih selektif dalam menentukan program prioritas, khususnya yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa.
“Sesuai visi misi kita, fokus pembangunan tetap di desa. Tapi dengan dana desa yang terpotong cukup besar, maka kita harus benar-benar mengatur ulang program agar tepat sasaran dan efisien,” ujar Erwin.
Salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah pengurangan frekuensi penyaluran bantuan tabung gas LPG 3 kilogram.
Jika sebelumnya direncanakan diberikan setiap bulan, kini penyalurannya hanya dilakukan tiga kali dalam setahun.
“Penyaluran gas LPG 3 kilogram hanya akan dilakukan pada momen hari-hari besar keagamaan,” jelasnya.
Sementara itu, program bantuan seragam sekolah masih dapat dipertahankan karena dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan masih sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Adapun program lain, seperti pembukaan lahan di wilayah desa, masih dalam tahap pengkajian agar pelaksanaannya benar-benar efektif dan efisien.
Sehingga, pemerintah daerah berencana mengundang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setelah pelantikan pejabat untuk mempresentasikan program masing-masing.
“Nanti setiap OPD diminta memaparkan satu atau dua program yang betul-betul menyentuh langsung kebutuhan desa dan sejalan dengan visi misi kepala daerah,” katanya.
Di sisi lain, Erwin menyampaikan adanya kabar positif dari pemerintah pusat. Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan bantuan 100 unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk masyarakat yang diserahkan langsung oleh kementerian terkait melalui Gubernur Sulawesi Tengah.
“Kita diminta menerima dulu 100 unit, dan ke depan akan diupayakan ada tambahan,” ungkapnya.
Selain itu, rencana pengaktifan kembali program revitalisasi SIKIM juga mendapat respon positif dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pemkab Parigi Moutong diminta segera memasukkan proposal lengkap, termasuk dampak pembiayaan program tersebut.
“Mereka minta dipercepat, kalau bisa pekan depan sudah masuk. Setelah itu akan dipresentasikan kembali dan tim dari pusat akan turun langsung meninjau. Responsnya sangat positif,” ujarnya.








