
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas kelapa sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan dan optimalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM).
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Hilirisasi kelapa dalam dan pptimalisasi SIKIM yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupat Zulfinasran, di Ruang Rapat Sekda, Kamis (5/2/2026).
Dalam arahannya, Sekda Zulfinasran menegaskan bahwa keberadaan SIKIM harus mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani kelapa.
Ia menekankan agar SIKIM tidak hanya menyerap buah kelapa, tetapi juga membeli seluruh bagian kelapa, mulai dari sabut, tempurung hingga air kelapa.
“Kalau bisa, pihak SIKIM membeli sendiri sabut, tempurung, dan air kelapa. Ini penting agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani kelapa,” ujar Zulfinasran.
Selain mendorong hilirisasi produk, SIKIM juga diarahkan untuk memberdayakan tenaga kerja lokal.
Dari total kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 100 hingga 150 orang sekitar 90 persen.
di antaranya akan direkrut dari masyarakat lokal sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi daerah.
Dalam rapat tersebut juga dibahas kebutuhan bahan baku SIKIM yang diperkirakan mencapai rata-rata 70 ribu butir kelapa per hari.
Untuk mendukung perencanaan tersebut, Sekda meminta agar dilakukan identifikasi secara rinci terhadap kapasitas produksi kelapa petani per hari, termasuk harga kelapa yang berlaku di pasaran saat ini.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri kelapa di Parigi Moutong, meningkatkan daya saing produk turunan kelapa, serta menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong.
Editor : Wady








