
Palu, PUSATWARTA.ID— Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menyampaikan tantangan yang dihadapi daerah dalam penataan aktivitas pertambangan dan perlindungan lingkungan.
Hal ini disampaikan Bupati, Erwin Burase pada Rapat Koordinasi (Rakor) pertambangan ramah dan berwawasan lingkungan yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (9/2/2026).
Bupati menjelaskan bahwa penertiban aktivitas pertambangan di Parigi Moutong terus dilakukan secara persuasif dan bertahap bersama aparat terkait.
Namun, kondisi geografis, keterbatasan anggaran, serta keterlibatan masyarakat menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan kolaboratif.
Ia juga menyoroti dampak lingkungan berupa pendangkalan sungai di sejumlah wilayah yang berpotensi meningkatkan risiko banjir.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tengah menyusun revisi RTRW serta memperketat pengaturan wilayah pertambangan dengan melibatkan DPRD, Forkopimda, dan tokoh masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, dalam arahannya menegaskan bahwa sektor pertambangan harus dikelola secara tertib dan berwawasan lingkungan.
Menurutnya, meskipun pertambangan memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang besar bagi daerah.
Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis.
“Agar pengelolaan pertambangan di Sulawesi Tengah dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Sumber: Prokopim Setda Parigi Moutong.
Editor : Wady








