Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Pangdam XXIII/Palaka Wira Dorong Pembangunan Jembatan Garuda untuk Akses Daerah Terpencil

×

Pangdam XXIII/Palaka Wira Dorong Pembangunan Jembatan Garuda untuk Akses Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI, Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar saat pelatakan batu pertama Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kamis (2/4/2026). Foto – Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, letakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda, di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan ini, merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah terpencil.

Hal itu disampaikan Pangdam saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, sebagaimana sering disampaikan di berbagai media, salah satu program unggulan Presiden adalah menyambungkan wilayah-wilayah terisolasi di Indonesia yang selama ini terkendala akses akibat belum tersedianya jembatan yang layak.

Baca lainnya :  Polres Parigi Moutong Tertibkan Lalu Lintas Lewat Operasi Patuh Tinombala 2025

Ia menggambarkan kondisi di lapangan, di mana masih banyak masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, harus menghadapi kesulitan saat menyeberangi sungai.

“Kita sering melihat bagaimana anak-anak harus basah-basahan, menunggu rakit, bahkan menggunakan perahu kecil untuk bisa pergi ke sekolah. Ini memang terlihat sederhana, tetapi merupakan persoalan nyata,” ujarnya.

Pangdam juga menyoroti ironi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dunia, di mana negara-negara maju telah menggunakan teknologi canggih seperti drone dan pesawat generasi terbaru, sementara di Indonesia masih dihadapkan pada persoalan dasar infrastruktur.

“Di saat teknologi dunia sudah sangat maju, kita masih memikirkan bagaimana anak-anak bisa menyeberang sungai dengan aman. Ini menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Baca lainnya :  Doakan Affan, Kapolres dan Ojol Parigi Moutong Laksanakan Salat Gaib Bersama

Ia menjelaskan, Presiden telah menginisiasi percepatan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jembatan, untuk mengatasi persoalan tersebut.

Bahkan, di beberapa daerah kata dia, siswa terpaksa menginap di sekolah atau di seberang sungai karena tidak bisa pulang saat debit air meningkat.

Lebih lanjut, Pangdam mengungkapkan bahwa pemerintah bersama pemerintah daerah telah mendata sekitar 178 titik yang membutuhkan pembangunan infrastruktur serupa, termasuk di Kabupaten Parigi Moutong.

Untuk itu, ia mendorong percepatan pelaksanaan program dengan target penyelesaian bertahap setiap bulan di wilayah Sulawesi Tengah.

“Jika masih ada lokasi lain yang membutuhkan, segera laporkan agar bisa kita tindak lanjuti dalam program percepatan pembangunan,” tegasnya.

Baca lainnya :  Calon Jamaah Haji Parigi Moutong Ikuti Manasik Nasional, Kesehatan Jadi Fokus

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, serta pelayanan dasar antarwilayah.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang luas, setara dengan Benua Eropa, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan.

Pada kesempatan itu, Pangdam juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap pembangunan Jembatan Garuda menjadi simbol semangat bersama dalam menyelesaikan persoalan dasar di masyarakat.

“Semoga pembangunan ini dapat mengurangi kendala transportasi, mempermudah akses pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *