
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Parigi Moutong kembali mendapat sorotan.8
Kali ini, kritik datang dari Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, Madong, yang menilai forum tersebut tidak melibatkan unsur perikanan secara menyeluruh.
Madong menyayangkan tidak adanya keterlibatan penyuluh perikanan maupun komponen organisasi sektor perikanan dalam pelaksanaan Muskab KTNA yang berlangsung baru-baru ini.
“KTNA ini bukan hanya organisasi pertanian, tetapi juga nelayan. Sangat disayangkan jika penyuluh perikanan maupun komponen organisasi perikanan tidak dilibatkan dalam proses musyawarah,” kata Madong, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, sebagai organisasi yang menaungi petani dan nelayan, KTNA seharusnya membuka ruang partisipasi yang setara bagi seluruh unsur organisasi, termasuk sektor perikanan yang selama ini berperan dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Ia menilai, tidak dilibatkannya unsur perikanan dapat menimbulkan kesan bahwa proses musyawarah belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan organisasi secara menyeluruh.
Madong juga menegaskan bahwa forum musyawarah organisasi seharusnya dijalankan secara terbuka, demokratis, dan inklusif agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mewakili kebutuhan seluruh anggota.
“Kalau ada komponen penting yang tidak dilibatkan, tentu menjadi evaluasi bersama. Organisasi harus menjadi rumah besar semua unsur, bukan hanya kelompok tertentu,” katanya.
Selain itu, Madong turut mempertanyakan mekanisme pelaksanaan Muskab yang dinilai tidak melibatkan sejumlah unsur organisasi yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor perikanan dan nelayan.
Sorotan terhadap Muskab KTNA Parigi Moutong sebelumnya juga mencuat terkait dugaan tahapan organisasi yang dianggap belum berjalan maksimal, mulai dari proses penjaringan bakal calon hingga keterlibatan peserta dalam forum musyawarah.
















