
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah ke-X yang akan digelar di Kabupaten Morowali pada November 2026 mendatang.
Langkah awal persiapan itu dibahas dalam rapat perdana pengurus KONI Parigi Moutong yang berlangsung di Aula Pertemuan KONI Parigi Moutong, Senin malam (25/5/2026).
Rapat tersebut menjadi ajang konsolidasi pengurus dan cabang olahraga (cabor) guna menyusun strategi menghadapi pesta olahraga terbesar tingkat provinsi itu.
Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, mengatakan saat ini tuan rumah Morowali masih melakukan finalisasi cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov ke-X.
“Rapat ini merupakan persiapan awal menuju Porprov Morowali. Saat ini masih tahap finalisasi cabang olahraga,” ujar Faisan.
Berdasarkan data sementara, terdapat 27 cabang olahraga yang akan dipertandingkan serta tiga cabang olahraga eksebisi, di antaranya kick boxing dan pickleball.
Faisan menegaskan, evaluasi terhadap kesiapan atlet perlu dilakukan sejak dini agar target prestasi dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Atlet yang akan diberangkatkan nantinya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Karena itu, setiap cabang olahraga harus mampu meyakinkan bahwa atlet mereka berpotensi meraih medali,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan Parigi Moutong di Porprov Morowali merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengurus dan cabang olahraga.
“Hingga saat ini baru empat daerah yang kesiapan anggarannya sudah ready mengikuti Porprov Morowali, yakni Kabupaten Banggai, Parigi Moutong, Kota Palu, dan tuan rumah Morowali,” sebutnya.
Dalam rapat tersebut, Supardin menyoroti masih adanya sejumlah cabang olahraga yang pada ajang sebelumnya belum berhasil menyumbang medali.
Karena itu, ia mempertanyakan apakah seluruh cabang olahraga akan diberangkatkan atau hanya cabor yang memiliki peluang prestasi.
Sementara itu, Mawardin menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat pembinaan atlet.
“Dengan anggaran terbatas kita tetap harus memaksimalkan persiapan. Setiap cabang olahraga harus melaksanakan training center masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, target kesuksesan kontingen Parigi Moutong harus tetap realistis dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Di sisi lain, Amran menilai pembentukan panitia pemberangkatan kontingen menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.
Selain itu, penyusunan jadwal persiapan Porprov juga perlu dipercepat, termasuk penentuan pola training center (TC), apakah dilaksanakan secara terpusat atau berjalan.
“Data atlet juga harus segera disiapkan karena berkaitan dengan kebutuhan atribut kontingen,” ujarnya.
















