Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
SIGI

Longki Djanggola Pastikan Sekolah Rakyat Sigi Tepat Sasaran

×

Longki Djanggola Pastikan Sekolah Rakyat Sigi Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat menengah pertama (SMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Sigi, PUSATWARTA.ID — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu.

Longki meninjau langsung aktivitas pembelajaran serta kondisi para siswa yang sementara mengikuti proses belajar di UPT milik Kementerian Sosial.

Para siswa nantinya akan menempati sekolah permanen yang tengah dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

“Ini merupakan tugas dan kewajiban kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus sebagai kader Gerindra. Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” ujar Longki.

Baca lainnya :  Parigi Moutong Promosikan Batik dan Produk Unggulan Daerah di MTQ ke - XXXI di Sigi

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program tersebut diharapkan mampu menekan angka anak putus sekolah yang selama ini salah satunya dipicu keterbatasan ekonomi.

“Program Asta Cita Bapak Presiden harus betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” tegasnya.

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, mengatakan sekolah permanen di Desa Pombewe ditargetkan mampu menampung hingga 2.000 siswa.

Jumlah tersebut mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Saat ini, proses rekrutmen peserta didik untuk ketiga jenjang tersebut masih berlangsung.

Baca lainnya :  Erwin Burase Targetkan Parigi Moutong Raih Juara Umum MTQ XXXI Sulawesi Tengah

Azizah berharap pembangunan sekolah permanen segera rampung agar kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan fasilitas yang lebih memadai.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai. Program ini sangat membantu dan kami melihat Sekolah Rakyat dapat mengurangi angka anak putus sekolah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka peluang pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih harus mendapat perhatian, terutama terkait ketersediaan tenaga pendidik.

Sekolah Rakyat Sigi masih kekurangan guru untuk sejumlah mata pelajaran, di antaranya Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam, dan Seni Budaya.

Baca lainnya :  Erwin Burase Targetkan Parigi Moutong Raih Juara Umum MTQ XXXI Sulawesi Tengah

Menanggapi hal tersebut, Longki menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas kekurangan tenaga pendidik tersebut.

Koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Longki menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan gedung dan jumlah peserta didik. Ketersediaan guru yang memadai menjadi bagian penting agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pemerintah di lapangan.

Longki berharap Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu dan memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.***

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *