Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Tutup DAD dan BA, PDM Tegaskan Komitmen Bangun PTM di Parigi Moutong

×

Tutup DAD dan BA, PDM Tegaskan Komitmen Bangun PTM di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Ketua PDM Kabupaten Parigi Moutong, Drs. Hamdja Dae Madjadja saat menutup kegiatan DAD dan BA di gedung SMK Muhammadiyah Kecamatan Parigi Tengah, Ahad (20/9/2026). Foto : Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk membangun Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di daerah tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ketua PDM Parigi Moutong, Drs. Hamdja Dae Madjadja, mengatakan kehadiran perguruan tinggi mandiri menjadi kebutuhan bagi daerah yang selama ini masih mengandalkan program perkuliahan kelas jauh.

“Jawaban utama untuk menjadikan daerah ini terdepan adalah melalui peningkatan kualitas SDM, dan IMM harus menjadi motor penggeraknya,” tegas Hamdja saat menutup kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD), Baitul Arqam (BA), sekaligus pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Parigi Moutong di Gedung SMK Muhammadiyah, Kecamatan Parigi Tengah, Ahad (20/9/2026).

Baca lainnya :  Parigi Moutong Siapkan Kunjungan Kementerian Transmigrasi Bahas PSN

Menurut Hamdja, pembangunan perguruan tinggi tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas generasi muda di Parigi Moutong.

Ia mencontohkan sejumlah daerah seperti Banggai, Morowali, dan Poso yang telah memiliki perguruan tinggi sendiri. Sementara di Parigi Moutong, keberadaan perguruan tinggi masih didominasi program kelas jauh.

“Kita harus malu melihat daerah tetangga seperti Banggai, Morowali, dan Poso yang sudah memiliki perguruan tinggi sendiri. Sementara di Parigi Moutong sejauh ini masih didominasi kelas jauh,” ujarnya.

Baca lainnya :  Habib Alwi Bin Saggaf AlJufri Sampaikan Hikmah Isra Mi’raj di Parigi Moutong

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, PDM Parigi Moutong telah melakukan sejumlah persiapan. Di antaranya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) terkait penyediaan dana jaminan persyaratan pendirian PTM senilai Rp1 miliar.

“Kemarin saya sudah tandatangan MoU dengan BSI, bila persyaratanya sudah punya tabungan Rp 1 miliar di Bank, maka BSI siap menciptakan tabungan itu untuk kita sebagai dasar pendirian Universitas Muhammadiyah kedepan,” ungkapnya.

PDM juga mempersiapkan tenaga pengajar berkualifikasi Magister dan Doktor serta ketersediaan lahan milik persyarikatan sebagai bagian dari persyaratan pendirian perguruan tinggi.

Hamdja meminta kader dan pengurus IMM ikut mengambil peran melalui konsolidasi organisasi serta melibatkan alumni IMM yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi.

Baca lainnya :  Gerakan Tanam Jagung Serentak, Polres- Pemkab Parimo Dukung Swasembada Pangan

“Kunci sudah diputar dan gerbang telah dibuka. Nama adik-adik sekalian akan terukir dalam sejarah sebagai generasi yang mengawali lahirnya Universitas Muhammadiyah di Parigi Moutong. Tidak ada kata mundur, kita harus maju menggapai cita-cita ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, PDM bersama pimpinan IMM Parigi Moutong dijadwalkan melakukan audiensi dengan Bupati Parigi Moutong, dan sejumlah tokoh masyarakat untuk membahas dukungan terhadap percepatan pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah di daerah tersebut.

Example 728x90
Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *