banner 728x250

Ketua KPA Parigi Moutong Tekankan Pengurus Baru Pahami Program Pencegahan HIV/AIDS

Ketua KPA Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga menghadiri pengukuhan pengurus KPA di Aula Lantai II Kantor Bupati, Selasa (23/12/2025). Foto – Aswadin.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menegaskan pentingnya pemahaman program kerja KPA bagi seluruh pengurus yang baru dikukuhkan.

Penegasan tersebut disampaikan Hestiwati dalam sambutannya pada pengukuhan pengurus KPA Kabupaten Parigi Moutong, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (23/12/2025).

banner 728x90

“Saya minta para pengurus KPA yang baru saja dilantik benar-benar memahami program KPA. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Hestiwati.

Baca lainnya :  Kepengurusan Baru PKK Parimo Dikukuhkan, Bupati Dorong Program Nyata di Masyarakat

Ia menjelaskan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS telah diatur secara nasional melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Tahun 2018.

Sehingga seluruh pihak terkait di daerah wajib memahami regulasi tersebut sebagai pedoman bersama dalam pelaksanaan program.

Menurut Hestiwati, pengurus KPA harus selalu memperbarui data dan memahami situasi terkini terkait kasus HIV dan AIDS di daerah.

Hal ini penting agar kebijakan dan langkah penanganan yang diambil tepat sasaran dan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Baca lainnya :  Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Lokasi Bekas PETI Parigi Moutong

Berdasarkan pemaparan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, hingga saat ini tercatat sekitar 230 kasus HIV dan 75 kasus AIDS yang terdata, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor untuk menekan angka penularan.

Hestiwati menekankan bahwa peran tenaga medis sangat penting dalam mekanisme pengobatan, namun KPA memiliki tugas strategis dalam pencegahan, pendampingan, serta memastikan pasien mendapatkan hak layanan kesehatan secara optimal.

Ia juga mendorong penguatan layanan pengobatan di fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Parigi Moutong, agar akses layanan bagi pasien HIV/AIDS dapat berjalan maksimal.

Baca lainnya :  Direktur PT Sarumaka Tegaskan Tak Tambah Karyawan, Tuntutan Buruh Ditolak

Selain itu, Hestiwati menyoroti pentingnya koordinasi antara KPA dan Dinas Kesehatan, termasuk integrasi penanganan penyakit lain seperti TBC, yang memiliki keterkaitan dengan mobilitas dan kerentanan penularan HIV/AIDS.

“Jika seluruh pihak bekerja bersama dan pasien mendapatkan haknya dengan baik, maka upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Parigi Moutong akan lebih efektif,” pungkasnya.

Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *