
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, nyaris menjalar ke kawasan permukiman padat penduduk.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh pembakaran serbuk kayu sisa hasil gergajian di lokasi bekas penebangan pohon.
Warga setempat menyebutkan, api awalnya muncul dari serbuk kayu yang terbakar dalam skala kecil, namun dengan cepat membesar dan merambat ke lahan di sekitarnya akibat hembusan angin.
“Awalnya cuma sedikit, dari serbuk kayu sisa disengsor. Karena angin, api langsung menyebar,” kata seorang warga di lokasi kejadian.
Kebakaran tersebut menimbulkan kepanikan warga karena lokasi kejadian berdekatan dengan permukiman.
Sejumlah tanaman produktif milik warga, seperti lengkeng dan durian, turut terancam terdampak.
Padahal, Pemerintah Desa Baliara sebelumnya telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah cuaca ekstrem yang rawan kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan melalui pengumuman di masjid serta sosialisasi langsung kepada warga.
“Sudah sering diingatkan agar tidak ada pembakaran lahan,” ujar warga lainnya.
Petugas Pemadam Kebakaran segera merespons kejadian tersebut dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi.
Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas ke permukiman warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Petugas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran serbuk kayu, dahan kering, maupun sisa pembersihan lahan, mengingat kondisi cuaca panas ekstrem yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Api Nyaris Jalar ke Permukiman, Kebakaran Lahan Baliara Dipicu Pembakaran Serbuk Kayu
Parigi Moutong — Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, nyaris menjalar ke kawasan permukiman padat penduduk.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh pembakaran serbuk kayu sisa hasil gergajian di lokasi bekas penebangan pohon.
Warga setempat menyebutkan, api awalnya muncul dari serbuk kayu yang terbakar dalam skala kecil, namun dengan cepat membesar dan merambat ke lahan di sekitarnya akibat hembusan angin.
“Awalnya cuma sedikit, dari serbuk kayu sisa disengsor. Karena angin, api langsung menyebar,” kata seorang warga di lokasi kejadian.
Kebakaran tersebut menimbulkan kepanikan warga karena lokasi kejadian berdekatan dengan permukiman.
Sejumlah tanaman produktif milik warga, seperti lengkeng dan durian, turut terancam terdampak.
Padahal, Pemerintah Desa Baliara sebelumnya telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah cuaca ekstrem yang rawan kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan melalui pengumuman di masjid serta sosialisasi langsung kepada warga.
“Sudah sering diingatkan agar tidak ada pembakaran lahan,” ujar warga lainnya.
Petugas Pemadam Kebakaran segera merespons kejadian tersebut dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi.
Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas ke permukiman warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Petugas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran serbuk kayu, dahan kering, maupun sisa pembersihan lahan, mengingat kondisi cuaca panas ekstrem yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penulis Berita : Wad
Editor : Wady
















