banner 728x250

Abdul Sahid Tinjau Penataan PKL di Sekitar RSUD Anuntaloko Parigi

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid meninjau langsung PKL depan RSUD Anuntaloko Parigi, Senin (23/2/2026).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Wakil Bupati Abdul Sahid turun langsung meninjau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran RSUD Anuntaloko, Senin (23/2/2026).

Peninjauan tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pihak rumah sakit, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pemerintah Kelurahan Masigi.

banner 728x90

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah penertiban dan penataan ruang publik serta fasilitas umum agar fungsi kawasan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan tertib.

Baca lainnya :  Karhutla Parigi Moutong Meluas, 147 Hektare Kebun Warga Hangus dalam Sepekan

Di sela kegiatan, Abdul Sahid berdialog langsung dengan para pedagang.

Para PKL menyampaikan harapan agar tetap dapat berusaha tanpa kehilangan mata pencaharian di tengah proses penataan.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati menegaskan bahwa penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan manusiawi.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mengupayakan solusi agar para pedagang memperoleh akses lokasi berjualan yang sesuai ketentuan.

Baca lainnya :  Kajati Sulteng Targetkan Parigi Moutong Jadi Percontohan Nasional Jaksa Mandiri Pangan

“Penataan ini bukan bentuk pelarangan, melainkan solusi. Pemerintah hadir untuk menata agar lebih rapi, sekaligus melindungi keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi lapak yang belum tertata selama ini menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi menimbulkan kesemrawutan dan mengganggu kenyamanan pasien maupun pengunjung rumah sakit.

Keterlibatan lintas sektor dalam peninjauan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menata ruang kota secara kolaboratif.

Baca lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Dorong Generasi Religius lewat Kemah Dakwah Pramuka

Satpol PP, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta pihak rumah sakit dilibatkan sejak awal agar proses berjalan terukur dan minim gesekan sosial.

Langkah ini diharapkan menjadi awal perubahan wajah kota yang lebih tertib dan berkeadilan, di mana ruang publik tertata baik, pelayanan kesehatan tetap optimal, serta aktivitas ekonomi masyarakat kecil tetap terlindungi.

Sumber: Prokopim Setda Parigi Moutong.

Editor : Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *