
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Sebanyak 300 pohon pucuk merah yang ditanam di median jalan jalur dua Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan mati akibat kekeringan.
Kondisi ini diduga terjadi karena kurangnya pemeliharaan dan penyiraman oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (4/4/2026), hampir seluruh tanaman pucuk merah tersebut kini dalam kondisi kering dan mati.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Parigi Moutong, Mansur, mengakui bahwa banyak tanaman pucuk merah yang mati karena ditanam saat musim panas.
“Iya, memang banyak tanaman pucuk merah yang mati kekeringan karena ditanam pada musim panas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tanaman tersebut sebenarnya sempat disiram oleh petugas. Namun, keterbatasan armada penyiraman menjadi kendala, sehingga perawatan tidak optimal dan tanaman akhirnya mati.
Meski demikian, masih ada beberapa pohon pucuk merah yang bertahan hidup, terutama yang berada di area teduh, seperti di depan Kantor DLH.
“Tapi ada beberapa pohon di depan Kantor DLH yang masih hidup karena terlindungi oleh pohon lain,” ujarnya.
Terkait hal ini, DLH Parigi Moutong berencana melakukan penanaman ulang dalam waktu dekat, tepatnya pada bulan ini, April 2026
“Tanaman pucuk merah yang mati akan kami ganti dengan penanaman kembali sebanyak 60 pohon,” tutup Mansur.
















