
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Ratusan calon Petugas Pencacah Lapangan (PPL) mengikuti pelatihan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar di Hotel Anutapura Parigi, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para Instruktur Daerah Kabupaten Parigi Moutong dan menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang akan berlangsung tahun ini.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Parigi Moutong yang diwakili Ketua Tim Statistik Harga, Ribut Setiawati, SST, ditandai dengan pemasangan atribut petugas Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Ribut menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang hanya dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.
Menurutnya, data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, pemetaan potensi ekonomi daerah, hingga perencanaan berbagai program ekonomi di masa mendatang.
“Data yang dikumpulkan petugas akan menjadi pondasi pemerintah dalam memahami kondisi perekonomian dari tingkat nasional hingga desa dan kelurahan,” ujarnya.
Ia mengingatkan para petugas agar mengedepankan profesionalisme, ketelitian, dan komunikasi yang baik dengan masyarakat selama proses pendataan.
Menurutnya, kualitas data menjadi faktor utama keberhasilan Sensus Ekonomi.
“Tugas kita bukan sekadar mengumpulkan data dengan cepat, tetapi memastikan data yang diperoleh benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ribut juga meminta petugas tidak mengisi data berdasarkan perkiraan maupun asumsi pribadi karena setiap informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar berbagai kebijakan pembangunan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan SE2026, Abialam Koesnandy Hardianto, SST, menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pendataan lengkap, metodologi, konsep dan definisi statistik, manajemen lapangan, serta penggunaan aplikasi FASIH Mobile.
“Pelatihan ini bertujuan menyiapkan petugas lapangan yang terlatih, kompeten, dan andal dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” katanya.
Abialam menyebutkan, jumlah peserta pelatihan SE2026 di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 526 orang, terdiri dari 460 calon Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan 66 calon Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).
Pelatihan dibagi dalam lima gelombang. Pada gelombang ketiga yang berlangsung 6–8 Juni 2026 di Hotel Anutapura Parigi, tercatat sebanyak 127 peserta mengikuti kegiatan, terdiri dari 115 calon petugas lapangan, delapan panitia, dan empat instruktur daerah.
“Peserta gelombang ketiga berasal dari Kecamatan Ampibabo, Kasimbar, Tinombo Selatan, dan Sidoan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, BPS berharap seluruh petugas mampu melaksanakan pendataan secara profesional sehingga menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan.
















