Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Banjir Bandang Terjang Desa Avolua, Parigi Moutong 12 Rumah Rusak dan 55 Terendam

×

Banjir Bandang Terjang Desa Avolua, Parigi Moutong 12 Rumah Rusak dan 55 Terendam

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Rivai bersama Kepala Desa Avolua saat berada dilokasi banjir di Desa Avolua, Rabu (26/8/2026).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Banjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026) dini hari. Derasnya arus membawa lumpur dan material kayu hingga masuk ke sejumlah rumah warga.

Bencana terjadi sekitar pukul 01.00 Wita setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi itu menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman serta ruas Jalan Trans Sulawesi.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Rivai, mengatakan berdasarkan hasil asesmen awal, sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan, sementara 55 rumah lainnya terendam material banjir.

Baca lainnya :  Wabup Parigi Moutong Siapkan Tes Urine ASN, Tegaskan Birokrasi Harus Bersih Narkoba

“Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga air sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman,” kata Rivai.

Data sementara BPBD mencatat sebanyak 28 kepala keluarga (KK) atau 103 jiwa di Dusun II terdampak. Sementara di kawasan Perumahan Nelayan terdapat sekitar 40 KK yang turut terdampak.

Sebanyak 12 KK lainnya terpaksa mengungsi akibat rumah mereka rusak dan tertimbun material lumpur,” Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

Selain merendam dan merusak rumah warga, banjir juga menyebabkan pagar pabrik durian rusak. Material lumpur dan kayu turut menutup Jalan Trans Sulawesi sepanjang kurang lebih 500 meter sehingga mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kemacetan.

Baca lainnya :  MBG Resmi Diluncurkan di Masigi Parigi Moutong, Sasar Gizi Anak dan Ekonomi Warga

“Banjir sudah surut. Namun, Jalan Trans Sulawesi masih macet sepanjang kurang lebih 500 meter akibat timbunan lumpur dan kayu yang terbawa banjir,” ujar Rivai.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Pusdalops, TNI, Polri, aparat desa dan masyarakat langsung melakukan asesmen serta penanganan di lokasi.

Pembersihan material lumpur dan kayu yang masuk ke rumah warga serta menutup badan jalan masih terus dilakukan.

Rivai mengatakan BPBD juga masih melakukan pendataan terhadap dampak bencana, termasuk sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan fasilitas umum.

Baca lainnya :  Rilis Akhir Tahun Polres Parimo Catat Kematian Akibat Lakalantas Meningkat

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah bantuan dan kebutuhan mendesak, di antaranya makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, logistik penanggulangan bencana, normalisasi sungai serta pembersihan rumah warga.

“Kebutuhan mendesak saat ini berupa makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, logistik, normalisasi sungai dan pembersihan rumah-rumah warga terdampak,” kata Rivai.

Ia menegaskan, penanganan di lapangan terus dilakukan secara bersama-sama termasuk pembersihan dilikasi banjir dengan melibatkan unsur BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa dan masyarakat.

Example 728x90
Penulis: Sumber : Pusdalops BPBD Parigi MoutongEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *