
Palu, PUSATWARTA.ID — Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Palu membagikan masker kepada sejumlah pengendara di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (16/10/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Aksi tersebut dilakukan menyusul hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri yang mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori berbahaya.
Ketua PFI Kota Palu, Muhammad Rifki Hasan, mengatakan pembagian masker merupakan langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan polusi udara, terutama bagi pengendara yang beraktivitas di jalan raya.
“Kami membagikan masker kepada para pengendara untuk mengurangi risiko dampak kabut asap yang sampai ke Palu,” ujar Rifki.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PFI terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat, khususnya mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.
“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kualitas udara saat ini. Meski kabut asap tidak selalu terlihat jelas, kita tetap perlu waspada terhadap paparan polusi udara,” katanya.
Menurut Rifki, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan debu dan partikulat di udara.
Berdasarkan laporan SPAG Lore Lindu Bariri, konsentrasi PM10 juga berada dalam kategori tidak sehat. Kedua parameter tersebut mencatat nilai tertinggi selama periode pemantauan tujuh hari terakhir pada 16 Oktober 2026.
SPAG Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu serta tidak membakar sampah di halaman rumah.
Ia menambahkan, masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melebihi angka 100.
Melalui aksi tersebut, PFI Kota Palu berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kualitas udara dan melakukan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan di tengah kabut asap.
















