Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Bupati dan Wakil Bupati Parimo Terima Gelar Adat dari Lembaga Adat Olongian Tialo

×

Bupati dan Wakil Bupati Parimo Terima Gelar Adat dari Lembaga Adat Olongian Tialo

Sebarkan artikel ini
Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, saat menerima gelar adat kehormatan dari Lembaga Adat Olongian Tialo di Kecamatan Mepanga, Sabtu (19/7/2025). Foto – Prokopim Setda Parigi Moutong.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat, Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, S.Kom, dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid, S.Pd resmi menerima gelar adat kehormatan dari Lembaga Adat Olongian Tialo di Kecamatan Mepanga, Sabtu (19/7/2025).

Penganugerahan ini merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan mereka yang dinilai berpijak pada nilai-nilai budaya, kebijaksanaan, keberanian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Gelar “Tosia’ang Logase” diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati, sementara gelar “Tosia’ang Beine” disematkan kepada istri masing-masing, Hj. Hestiwati Nanga, SKM, M.Kes, dan Hj. Marwa Mahdang, S.H.

Gelar ini menjadi simbol penghormatan atas peran strategis perempuan dalam mendukung pengabdian suami sebagai pemimpin daerah.

Baca lainnya :  Dua Nelayan Hilang di Perairan Torue, Parimo Ditemukan Selamat Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Prosesi dimulai dengan pemasangan siga, ikat kepala khas budaya Sulawesi Tengah, sebagai tanda kesiapan dan kewibawaan seorang pemimpin.

Bupati dan Wakil Bupati kemudian diarak dengan kursi anyaman bambu kuning, diiringi tarian cakalele yang menggambarkan keberanian dan semangat kepahlawanan.

Bagian inti prosesi adalah penapakan tangga lanjara, simbol filosofis tentang perjalanan dan tanggung jawab kepemimpinan.

Berbagai elemen sakral turut dihadirkan, seperti pohon pinang menggambarkan (kejujuran), kepala buaya simbol (perlindungan), pohon pisang simbol (manfaat), hingga bambu kuning yang menggambarkan (kemakmuran).

Upacara ditutup dengan doa bersama serta penginjakan simbol-simbol adat dalam nampan sinaguri, seperti beras kuning, batu, besi, dan sulampaan.

Baca lainnya :  Erwin Burase Sebut Pengajian Jadi Benteng Moral Generasi Muda

Masing-masing melambangkan keteguhan, kekuatan, kesabaran, dan perlindungan dari gangguan roh jahat.Dalam sambutannya, Bupati H. Erwin Burase menyampaikan rasa syukur dan penghormatan atas gelar yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa adat dan budaya adalah kekuatan identitas daerah yang tak boleh ditinggalkan di tengah arus modernisasi.

“Adat adalah kekuatan. Tanpa menjaga akar budaya, pembangunan akan kehilangan jiwanya,” tegas Erwin.

Ia juga mendorong seluruh kepala desa di Parigi Moutong untuk segera membentuk Lembaga Adat Desa sebagai garda depan pelestarian budaya di tingkat lokal.

Baca lainnya :  Lakalantas di Jalur Trans Sulawesi Lambunu, Satu Orang Meninggal Dunia

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat akan memperkuat legitimasi sosial dan menjaga keseimbangan dalam pembangunan.

Upacara adat ini turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Forkopimda, Forkopimcam Tomini, Mepanga, dan Ongka Malino, pejabat pemerintahan, tokoh adat, serta ribuan masyarakat dari tiga kecamatan.

Penganugerahan gelar adat ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya sebagai fondasi moral dan spiritual menuju Parigi Moutong yang sejahtera, berkeadilan, dan bermartabat.

Sumber: Prokopim Setda Kabupaten Parigi Moutong.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *