Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Kinerja Bupati Parigi Moutong Disorot, Janji 100 Hari Dinilai Tak Terpenuhi

×

Kinerja Bupati Parigi Moutong Disorot, Janji 100 Hari Dinilai Tak Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
Praktisi hukum Parigi Moutong, Hartono Taharudin.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Praktisi hukum Hartono Taharudin menyoroti kinerja Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Erwin Burase, yang dinilai gagal memenuhi janji-janji politiknya dalam program 100 hari kerja setelah dilantik.

Menurut Hartono, sejumlah janji yang sempat digembar-gemborkan saat kampanye maupun awal pemerintahan hanya sebatas wacana dan belum dapat direalisasikan.

Dari sejumlah janji tersebut, antara lain adalah distribusi tabung LPG gratis bagi warga kurang mampu, Program Berkah Mingguan di pasar-pasar tradisional, penataan kota bersih, serta tata kelola persampahan yang terintegrasi.

Baca lainnya :  Pastikan Kesiapan PSU, Ketua DPRD Sulawesi Tengah, kunjungi Parigi Moutong

Selain itu, program penanganan illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing, digitalisasi administrasi ASN, pembukaan lapangan kerja baru, hingga penertiban hewan ternak liar juga tak kunjung terealisasi.

“Kami tidak melihat adanya capaian signifikan dari program-program tersebut. Yang ada justru hanya seremonial dan janji politik yang tidak terbukti,” kata Hartono, Senin (25/8/2025).

Hartono menegaskan, pemerintah daerah seharusnya lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan program 100 hari kerja agar masyarakat dapat menilai secara objektif. Namun, hingga saat ini, tidak ada laporan resmi yang disampaikan kepada publik.

Baca lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Apresiasi Laporan Pansus dan Terima e-Pokir DPRD 2027

“Jika memang program-program tersebut tidak tercapai, seharusnya pemerintah mengakui dan menyampaikan secara terbuka. Rakyat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar pencitraan,” tegas Hartono.

Menurutnya, program 100 hari kerja seharusnya menjadi fondasi untuk menilai keseriusan kepala daerah dalam memajukan daerahnya.

Gagal pada periode awal ini, lanjut Hartono, bisa menjadi indikasi lemahnya arah kebijakan dan ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan program prioritas.

“Jika di awal saja sudah gagal, bagaimana masyarakat bisa yakin bahwa program jangka panjang akan berhasil,” tandasnya.

Baca lainnya :  Cegah Judi Online, Kapolres Parigi Moutong Pimpin Langsung Sidak HP Anggota

Hartono juga mendesak DPRD Parigi Moutong untuk lebih aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan, agar janji-janji kepala daerah tidak hanya menjadi slogan politik belaka.

Ia menekankan pentingnya evaluasi kinerja pemerintah secara terbuka, agar masyarakat bisa menilai capaian pemerintah dengan data yang jelas.

“Evaluasi kinerja harus dilakukan secara transparan, dengan dasar data yang jelas, agar masyarakat bisa menilai secara objektif apakah janji politik tersebut terealisasi atau tidak,” ujarnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *