Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Petani Asal Tomini Utara Ditemukan Meninggal di Kebun Cengkeh Desa Ulatan

×

Petani Asal Tomini Utara Ditemukan Meninggal di Kebun Cengkeh Desa Ulatan

Sebarkan artikel ini
Kasi Humas Polres Parigi Moutong, Iptu Arbit. (Foto – Humas Polres Parigi Moutong).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Warga Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan pegunungan, Minggu malam, (11/1/2026).

Korban diketahui bernama Suharjono (38), seorang petani asal Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini.
Informasi penemuan jenazah diterima pihak kepolisian sekitar pukul 20.30 Wita, setelah masyarakat melaporkan adanya mayat di kebun cengkeh milik korban.

Berdasarkan penelusuran awal, Suharjono diketahui berangkat ke kebunnya pada Sabtu pagi, (10/1/2026), untuk mengambil daun cengkeh di wilayah pegunungan Desa Ulatan.

Baca lainnya :  SMA Negeri 1 Kasimbar Gelar Kemah Penerimaan Tamu Ambalan 2025 dan HUT Ambalan ke-14

Namun, hingga keesokan harinya korban tidak kembali ke rumah.
Pada Minggu sore sekitar pukul 18.30 Wita, seorang warga memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kebunnya.

Keluarga bersama warga kemudian mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah dari pegunungan menuju perkampungan.

Setibanya di desa, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca lainnya :  DPRD Parimo Menilai Surat Pengusulan WPR yang di Teken Bupati Janggal

Kasi Humas Polres Parigi Moutong, Iptu Arbit, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.

“Anggota Polsek Tomini bersama Kanit Reskrim telah mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan situasi, serta membawa korban ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan visum,” jelas Arbit.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Ia menjelaskan bahwa pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan.

Baca lainnya :  Modus Penipuan Catut Nama Kapolres dan Kasatreskrim, Masyarakat Diimbau Waspada

“Kepolisian menghormati keputusan keluarga korban dan tetap melakukan pendataan serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan,” ujarnya.

Usai pemeriksaan, jenazah Suharjono dibawa ke rumah duka di Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini, untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Pihak kepolisian memastikan hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana, namun tetap mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

“Khususnya di wilayah perkebunan dan pegunungan yang jauh dari jangkauan layanan medis,” ujarnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *