
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Partai Gerindra, Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Arifin Dg Palallo, menyuarakan keluhan serius masyarakat Desa Moutong Utara terkait kerusakan jalan yang semakin parah dan berdampak langsung pada kesehatan warga.
Hal tersebut disampaikan Arifin dalam rapat paripurna DPRD yang di gelar, Senin (19/1/2026) di rapat DPRD.
Menurut Arifin, hal ini disampaikanya sebagai bentuk tanggung jawabnya mewakili aspirasi masyarakat yang ia serap selama kurang lebih 3 hari turun langsung ke lapangan.
Menurutnya, jalan desa yang setiap hari dilalui alat berat seperti excavator dengan frekuensi hingga lima kali lebih dalam sehari menyebabkan kondisi jalan cepat hancur.
Akibatnya, saat musim kemarau, debu beterbangan hingga masuk ke dapur rumah warga, sementara saat musim hujan jalan berubah menjadi becek dan tergenang air.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut kesehatan masyarakat. Kalau dibiarkan, jangan-jangan dalam waktu dekat warga Moutong Utara semua terkena ISPA,” tegas Arifin.
Ia juga menyoroti pengerukan sungai dari wilayah Moutong Tengah yang dinilainya tidak maksimal dan hanya berlangsung beberapa jam tanpa hasil nyata di lapangan.
Arifin mengungkapkan, sebelumnya pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 2,5 kilometer.
Namun hasilnya dinilai tidak berkualitas karena hanya berupa aspal tipis yang digiling, sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan berat hingga 20 ton.
“Kalau kualitas aspalnya seperti itu, satu dua minggu mungkin masih bagus, tapi setelah itu pasti rusak lagi. Ini sudah berulang terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan, jalan tersebut seharusnya masih dalam kondisi baik karena belum lama mendapat anggaran.
Namun kenyataannya, masyarakat terpaksa menimbun jalan dengan pasir secara swadaya untuk mengurangi debu dan lumpur.
Untuk itu, Arifin mendesak Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, khususnya Bupati, agar memberikan perhatian serius dan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pengaspalan jalan Desa Moutong Utara.
Dan diharapkan kualitasnya setara jalan Trans, agar tahan terhadap beban berat dan tidak merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami tidak ingin perbaikan setengah-setengah. Jalan ini urat nadi masyarakat, jadi harus dibangun dengan kualitas yang benar,” ujarnya.








