Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Dua Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Bantaya Parigi Ditemukan Tak Bernyawa

×

Dua Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Bantaya Parigi Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan evakuasi nelayan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat melaut.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Seorang nelayan asal Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dilaporkan hilang saat melaut di perairan Teluk Tomini dan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Namun laporan resmi baru diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong pada Sabtu (18/4/2026) pukul 08.20 Wita.

Baca lainnya :  Nelayan Bantaya, Parigi Moutong yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat

Korban diketahui bernama Sahrul Ahmad (61), yang pergi melaut seorang diri. Berdasarkan informasi, korban berangkat melaut seperti biasa.

Namun hingga waktu yang seharusnya sudah kembali ke darat sekitar pukul 06.00 Wita, korban tidak kunjung pulang dan tidak ada kabar.

Korban diketahui memiliki riwayat sakit rematik, yang diduga turut memengaruhi kondisi saat berada di laut.

Baca lainnya :  Amanda Dwi Lestari Raih Gelar Putri Duta Wisata Sulawesi Tengah 2025, Harumkan Nama Parigi Moutong

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Parigi, BPBD Parigi Moutong, Polri, PSC Dinas Kesehatan, serta masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di perairan Teluk Tomini dalam kondisi meninggal dunia.

Baca lainnya :  Parigi Moutong Buka Program Magang dan Kerja ke Jepang, Biaya Ditanggung Pemerintah

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama bagi nelayan yang melaut seorang diri dan dalam kondisi kesehatan yang kurang prima.

Example 728x90
Penulis: Sumber : Pusdalops BPBD Parigi MoutongEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *