
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026).
Peninjauan dilakukan pada Rabu (17/6/2026) Bupati Parigi Moutong Erwin Burase yang di dampingi sejumlah Kepala OPD terkait di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, serta Desa Torue dan Desa Tolai di Kecamatan Torue.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa paket sembako, tikar, dan selimut.
Disela-sela kunjunganya Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, kepada sejumlah wartawan mengatakan pemerintah saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Hasil pendataan tersebut kata dia, akan menjadi dasar penyaluran bantuan dan program rehabilitasi bagi warga terdampak.
“Kami sedang mendata seluruh bangunan yang rusak. Pemerintah akan memberikan bantuan sesuai tingkat kerusakan, termasuk menyiapkan program bedah rumah bagi rumah warga yang terdampak,” ujar Erwin.
Berdasarkan data sementara, sekitar 40 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah juga menjadi perhatian dalam proses pendataan.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan seluruh pihak terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Erwin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah, BNPB, maupun BMKG terkait perkembangan kondisi pascagempa.
“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya. Tetap tenang dan ikuti arahan pemerintah serta petugas di lapangan,” kata Erwin.
Terkait penanganan darurat, Pemkab Parigi Moutong juga menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi warga yang masih merasa khawatir untuk kembali ke rumahnya.
Menurut Erwin, banyak warga, terutama yang tinggal di bangunan bertingkat, memilih bertahan di luar rumah karena masih trauma terhadap gempa yang terjadi.
“Saat ini kami menyiapkan tempat penampungan sementara. Kami tidak bisa memaksakan warga untuk kembali ke rumah apabila mereka masih merasa takut. Yang terpenting keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tandasnya.
















