
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong mengingatkan bahaya penyebaran hoaks saat bencana terjadi.
Informasi yang tidak akurat dinilai dapat memicu kepanikan masyarakat, sehingga media massa didorong menjadi sumber informasi terpercaya dalam setiap situasi darurat.
Ketua FPRB Kabupaten Parigi Moutong, Arifin Lamalindu, mengatakan penyampaian informasi yang cepat dan akurat merupakan bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) terkait kebencanaan di Parigi, Rabu (22/7/2026).
Menurut Arifin, penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan justru berpotensi memperburuk kondisi ketika bencana terjadi.
Karena itu, masyarakat diimbau mengacu pada informasi resmi yang disampaikan pemerintah melalui BPBD dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
“Teman-teman media adalah unsur yang paling penting untuk memberikan informasi yang paling akurat. Jangan sampai ketika bencana terjadi, informasi hoaks justru lebih dominan,” kata Arifin.
Arifin menilai media memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi resmi kepada masyarakat sekaligus mendukung edukasi kebencanaan secara berkelanjutan.
Dalam FGD tersebut juga dibahas potensi ancaman gempa di kawasan Teluk Tomini. Menyikapi hal itu, Arifin mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi meningkatkan kesiapsiagaan melalui edukasi dan mitigasi.
“Bencana itu bukan untuk ditolak, karena kita tidak bisa menjauhinya. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana meminimalisir dampaknya,” ujarnya.
Arifin mengungkapkan FPRB hingga kini terus berkolaborasi dengan BPBD Parigi Moutong dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, meski belum memiliki dokumen panduan tersendiri.
Menurutnya, langkah antisipasi dini perlu diperkuat dengan dukungan informasi yang akurat agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi potensi bencana.
“Hari ini perlu kita lakukan antisipasi dini agar kita memiliki kesadaran yang sama tentang bencana. Informasi dari media menjadi kunci agar masyarakat dan pemerintah saling memahami langkah antisipasi yang harus dilakukan ke depan,” ujarnya.
















