
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperpanjang status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama satu bulan.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi siaga darurat kekeringan bersama lintas sektor di Gedung Pusdalops BPBD Parigi Moutong, Rabu (23/9/2026).
Plt Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan perpanjangan status tersebut mempertimbangkan prakiraan BMKG yang menyebut potensi karhutla masih tinggi dan musim hujan diperkirakan baru mulai pada awal November.
Rivai mengungkapkan, usulan dari pemerintah desa dan kecamatan yang masih menghadapi dampak kekeringan juga menjadi pertimbangan.
“Berdasarkan pertimbangan BMKG, prakiraan musim hujan awal November, serta adanya usulan dari desa dan kecamatan, kami sepakat memperpanjang status siaga darurat selama sebulan lagi,” ujar Rivai.
Menurutnya, status siaga berlaku untuk seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong, namun penanganan diprioritaskan pada delapan kecamatan yang membentang dari Palasa hingga Moutong.
Menurutnya, Kecamatan Mepanga dan Bolano menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan. BPBD bersama tim gabungan terus melakukan distribusi air bersih sekaligus penanganan sejumlah kejadian karhutla di wilayah tersebut.
“Wilayah dari Siniu hingga Moutong sampai saat ini belum diguyur hujan. Mepanga dan Bolano adalah yang paling terdampak, sehingga penyuplaian air bersih dan penanganan karhutla kami pusatkan di sana,” kata Rivai.
Kata dia, dalam penanganan, BPBD melibatkan sejumlah pihak, termasuk PMI yang membantu penyediaan armada tangki air serta unsur lainnya untuk mendukung personel di lapangan.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi kekeringan yang berulang setiap tahun, pihaknya bersama Dinas PUPR dan Dinas TPHP telah mengusulkan pembangunan sumur bor kepada BNPB dan kementerian terkait.
“Wilayah utara ini rutin mengalami kemarau tiap tahun. Karena itu, kami tidak bisa hanya mengandalkan penanganan sementara secara sektoral, tapi butuh solusi permanen seperti pembangunan sumur bor yang saat ini sedang kami usulkan,” ujarnya.
















