
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong terus berinovasi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayahnya yang membentang sepanjang 521 kilometer.
Mengingat kendala keterbatasan fasilitas dengan masih mengandalkan paradigma lama berupa sistem angkut-buang, DLH memperkenalkan program baru bertajuk “Bapak Desa” (Bayar Pajak dengan Sampah).
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup (PPLH) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong, Muh. Idrus, S.Pi, M.AP, saat ditemui di Parigi, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerjasama dengan program Solusi yang telah berjalan tahun kedua, serta menggandeng kelompok relawan Orang dan Alam (ROA).
Kolaborasi dan Penerapan Program
Program lokakarya implementasi kebijakan pengelolaan sampah kabupaten ini berfokus pada pembahasan kebijakan pemerintah daerah.
Sebagai tahap awal kata Idrus, DLH mengarahkan peserta kegiatan di Kecamatan Parigi yang mencakup 5 kelurahan dan 6 desa.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan perbankan BUMN, perusahaan ritel seperti Alfamidi, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Bapelitbangda, PMD, dan Dinas Perumahan.
Melalui inovasi “Bapak Desa”, pengelolaan sampah nantinya akan difasilitasi oleh lembaga tingkat desa atau kelurahan melalui pembentukan Bank Sampah Unit.
Idrus menjelaskan, Bank Sampah Unit, Berhubungan langsung dengan masyarakat penghasil sampah dan memberikan harga beli bagi sampah yang dikumpulkan.
Kemudian, Bank Sampah Induk Milik DLH, Terhubung langsung dengan pihak pembeli serta menaungi Bank Sampah Unit di bawahnya.
”Ke depan kami harapkan goals-nya ini sampah-sampah masyarakat itu akan bernilai ekonomis, yang nantinya akan membantu dalam hal membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kalau kita kalkulasi, tiga bulan saja sudah bisa,” ujar Muh. Idrus.
DLH menargetkan aplikasi program “Bapak Desa” di Kecamatan Parigi dapat mulai diterapkan paling lambat pada Oktober mendatang.
Sebelum penerapan di lapangan, pihak Dinas akan mempercepat penyelesaian administrasi kelembagaan terkait Peraturan Bupati (Perbup) dan rencana induk pengelolaan sampah (RIPS).
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga menyiapkan strategi pengolahan sampah organik menggunakan lubang serapan Biopori.
“Sampah organik seperti daun dan sisa makanan akan diubah menjadi kompos di dalam biopori tersebut, yang sekaligus berfungsi ganda untuk memperkaya air tanah dengan menampung resapan air hujan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Muhammad Idrus yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang PPLH di DLH, merupakan calon kuat untuk menduduki jabatan barunya sebagai Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Setda Parigi Moutong.
Karena, nama Muh. Idrus beberapa hari lalu masuk dalam pengumuman tiga nama terbaik hasil seleksi terbuka JPT Pratama Kabupaten Parigi Moutong tahun 2026.
















