Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Tiga Desa di Toribulu Parigi Moutong, BPBD Catat 111 KK Terdampak

×

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Tiga Desa di Toribulu Parigi Moutong, BPBD Catat 111 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir rendam ratusan rumah di Kecamatan Toribulu, Jumat (25/9/2026).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Banjir merendam sedikitnya 111 rumah warga di tiga desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (25/9/2026).

Banjir terjadi sekitar pukul 05.00 Wita setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 02.00 hingga 06.00 WITA. Luapan sungai dan saluran irigasi menggenangi permukiman, areal persawahan, serta jalan desa.

Baca lainnya :  Lima Cabor Dipertandingkan di O2SN SMP Parigi Moutong 2025, Voli Jadi Daya Tarik Utama

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parigi Moutong yang diterima pukul 12.30 Wita, rumah terdampak tersebar di Desa Toribulu Selatan sebanyak 21 unit, Tomoli Utara 60 unit, dan Singura 30 unit.

Total warga terdampak tercatat 111 KK. Rinciannya, Toribulu Selatan 21 KK, Tomoli Utara 60 KK, dan Singura 30 KK. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Baca lainnya :  Kapolres Parigi Moutong Pimpin Upacara Hari Bhayangkara, Tekankan Profesionalisme Polri

Selain permukiman, banjir juga berdampak pada fasilitas umum. Di Desa Toribulu Selatan, plat deker di Jalan Trans Sulawesi terdampak. Sementara di Desa Singura, fasilitas pendidikan berupa TK, SD, dan SMP turut terdampak.

BPBD menyebut kondisi diperparah oleh ukuran plat deker yang relatif kecil serta tingginya sedimentasi pada jaringan irigasi yang menghambat aliran air.

Petugas TRC BPBD bersama aparat desa, masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan koordinasi serta asesmen/kaji cepat di lokasi.

Baca lainnya :  Rakor Forkopimda, Bupati Parimo Tekankan Peran Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas

Banjir dilaporkan telah surut. Namun, BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya logistik penanganan bencana, penguatan tebing sungai menggunakan bronjong.

Selain itu, pelebaran plat deker di Jalan Trans Sulawesi, serta normalisasi atau pengerukan sedimentasi jaringan irigasi.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *