
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Parigi Moutong terus dilakukan. Pada Minggu (4/10/2026), posko penanganan darurat kekeringan dan karhutlah menyalurkan sebanyak 32.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Distribusi dilakukan dari dua posko, yakni Kecamatan Mepanga dan Kecamatan Bolano.
Dari Posko Mepanga, sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Tomini. Kekeringan tercatat berdampak pada sekitar 12 hektare perkebunan.
Sementara dari Posko Bolano, distribusi air dilakukan di Desa Gunung Sari sebanyak 19.000 liter dan Desa Lambunu sebanyak 1.000 liter untuk kebutuhan Puskesmas.
Total distribusi mencapai 20.000 liter.
Di wilayah Bolano, dampak kekeringan tercatat mencapai 28,65 hektare perkebunan.
Dengan demikian, total lahan perkebunan yang terdampak kekeringan berdasarkan laporan kedua posko mencapai 40,65 hektare.
Untuk kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutlah), laporan kedua posko menyebutkan nihil pada Minggu (4/10).
Penanganan di lapangan melibatkan personel TRC, PMI, relawan BPBD serta aparat pemerintah kecamatan.
Posko juga didukung berbagai peralatan penanganan kekeringan dan karhutlah, termasuk tandon air, jet shooter pemadam, pemukul api, pompa air dan kendaraan operasional.
















