
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Dua tahun pascabanjir, sejumlah warga penyintas di Dusun III, Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara) sambil menunggu kepastian pembangunan hunian tetap (Huntap).
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama jajaran dinas terkait meninjau langsung lokasi Huntara warga, Rabu (7/10/2026).
Dari pendataan di lapangan, terdapat sekitar delapan hingga sembilan kepala keluarga (KK) yang masih terdampak. Bahkan, satu unit rumah di lokasi tersebut dihuni oleh dua KK.
Erwin mengatakan Pemkab Parigi Moutong telah menyiapkan langkah untuk merealisasikan hunian permanen bagi warga terdampak.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi lahan dan mengalokasikan anggaran pembebasan tanah melalui perubahan anggaran tahun berjalan.
“Lokasinya sudah kita siapkan dan sudah masuk dalam alokasi perubahan anggaran untuk pembebasan tanah,” kata Erwin.
Ia memastikan rumah yang nantinya dibangun merupakan hunian permanen yang akan menjadi tempat tinggal tetap warga.
Untuk pembangunan fisik rumah, pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan melalui intervensi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain memastikan rencana relokasi, dalam kunjungan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga penyintas.
Pemkab turut menyuplai kebutuhan air bersih karena warga di Huntara masih menghadapi keterbatasan air. Kondisi kebersihan dan kesehatan warga juga menjadi bagian dari pemantauan pemerintah.
Erwin berharap proses pembebasan lahan hingga pembangunan hunian permanen bagi warga terdampak banjir Sibalago dapat segera direalisasikan.
















