banner 728x250

Kebakaran Hutan dan Lahan di Parigi Moutong, BPBD Dirikan Posko Darurat

Kebakaran hutan dan lahan di Des Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, menyebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut belum sepenuhnya padam.

“Api masih ada, walaupun tidak membesar. Selama masih ada titik api, kita anggap belum aman,” ujar Rivai kepada wartawan di Parigi, Selasa (3/2/2026).

banner 728x90

Ia menjelaskan, jumlah personel yang dikerahkan saat ini dinilai masih mencukupi. Selain personel BPBD, tim gabungan juga mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan dalam upaya pemadaman di lapangan.

Baca lainnya :  Banjir Rob Kembali Terjang Pemukiman, Warga Sausu Peore Minta Dibuatkan Tanggul Permanen

“Kami juga dibantu oleh Kementerian Kehutanan. Untuk sementara personel cukup, meski memang ada beberapa titik yang sulit dijangkau,” katanya.

Rivai mengungkapkan, salah satu kendala pemadaman adalah lokasi kebakaran yang berada di daerah perbukitan hingga puncak gunung. Bahkan, upaya pemadaman terus dilakukan hingga malam hari.

Baca lainnya :  PMI Parigi Moutong Punya Nahkoda Baru, Hestiwati Nanga Siap Wujudkan Unit Donor Darah

“Tadi malam api sempat terlihat sampai di puncak gunung, sehingga kami harus ekstra waspada,” jelasnya.

Untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan, BPBD Parigi Moutong telah mendirikan posko penanganan karhutla.

Posko tersebut berfungsi sebagai pusat kendali, pemantauan, serta tempat siaga personel gabungan, termasuk dukungan dari tingkat provinsi.

Terkait keselamatan warga, Rivai memastikan BPBD terus memantau kondisi permukiman yang berada dekat dengan lokasi kebakaran.
Hingga saat ini belum ada laporan warga yang harus mengungsi.

Baca lainnya :  Bupati Erwin Buka Sosialisasi PIK-R dan Kukuhkan Ayah Bunda Genre di Wilayah Eks Parigi

“Kami tetap siaga dan berkoordinasi dengan aparat desa serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, mengingat kondisi cuaca yang masih rawan memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena risikonya sangat besar,” tegas Rivai.

Penulis Berita : Wad

Editor : Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *