
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong mulai berdampak serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Warga Desa Jonokalora dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat sumber air dan jaringan distribusi yang tidak lagi berfungsi optimal.
Kondisi terparah terjadi di Dusun II dan Dusun III Desa Jonokalora yang berada di wilayah perbukitan. Air bersih dilaporkan sudah tidak mengalir ke permukiman warga selama beberapa waktu terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, mengatakan kekeringan berkepanjangan menjadi penyebab utama terhentinya pasokan air bersih di wilayah tersebut.
“Di Dusun I air masih menetes, tetapi di Dusun II dan III yang berada di bagian atas sudah tidak mengalir sama sekali. Biasanya air bisa naik setelah dua atau tiga malam, namun dengan kondisi cuaca kering seperti sekarang ini hal itu sudah tidak terjadi,” ujar Rivai kepada wartawan, di Parigi, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, selama ini warga mengandalkan sungai serta sumber air alternatif di wilayah sekitar, termasuk di Desa Lebo.
Namun akibat kemarau yang berlangsung cukup lama, sumber-sumber air tersebut juga mulai mengering.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait, termasuk pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), guna mencari solusi jangka pendek dan menengah bagi warga terdampak.
Selain Desa Jonokalora, kekeringan juga melanda Kecamatan Mepanga dan Ongka Malino. Namun, di dua wilayah tersebut dampak kekeringan lebih dirasakan pada sektor pertanian, khususnya lahan persawahan.
“Di sana sawah tadah hujan, tidak ada irigasi. Jadi petani sepenuhnya bergantung pada air hujan untuk mengairi sawah mereka,” jelas Rivai.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah daerah saat ini mengupayakan pendistribusian air menggunakan mobil tangki.
“Kami sedang berupaya meminjam mobil tangki dari pemerintah provinsi. Sementara ini yang tersedia hanya mobil tangki kecil dengan kapasitas sekitar 1.600 liter,” katanya.
Rivai menambahkan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status siaga darurat kekeringan yang terintegrasi dengan siaga Karhutla guna mempercepat penanganan dampak bencana selama musim kemarau.
Penulis Berita : Wad
Editor : Wady
















