
Palu, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai memberi perhatian serius terhadap kondisi asrama daerah yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan hunian layak di era digital.
Hal itu terlihat dari kunjungan langsung Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, ke Asrama Parigi Moutong, Rabu (6/5/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi riil fasilitas sekaligus menyerap kebutuhan para penghuni.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Inspektorat Sakti Lasimpala, Kepala Bappelitbangda Irwan, Plt Kadisdikbud Sunarti, serta Plt Kadis PUPRP Moh. Aflianto.
Erwin menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan asrama tetap layak huni dan mampu menunjang aktivitas penghuninya.
“Yang pertama kita ingin melihat langsung kondisi dan menanyakan kebutuhan yang ada, termasuk kendaraan yang digunakan penghuni,” ujar Erwin.
Dari hasil peninjauan, sejumlah kebutuhan mendesak mengemuka, terutama terkait infrastruktur penunjang seperti jaringan internet dan sistem keamanan.
Menurut Erwin, ketersediaan WiFi menjadi kebutuhan utama mengingat banyak aktivitas kini berbasis digital, mulai dari administrasi hingga transaksi.
“Harus ada WiFi, ini penting karena sekarang banyak kebutuhan berbasis online, termasuk pembayaran dan pengambilan data,” jelasnya.
Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) juga dinilai penting untuk meningkatkan keamanan lingkungan asrama.
“CCTV penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Tak hanya pembenahan fasilitas, Pemkab juga menyiapkan rencana pengembangan asrama. Salah satunya pembangunan asrama putri di area belakang yang masih tersedia lahan.
“Ke depan kita rencanakan pengembangan asrama putri di belakang, karena space-nya masih ada,” kata Erwin.
Pemerintah daerah juga berencana membangun garasi khusus kendaraan roda dua untuk menata area parkir agar lebih rapi dan aman.
“Insya Allah kita akan bangun garasi untuk motor agar kendaraan yang diparkir bisa terlindungi,” tegasnya.
Untuk realisasi program, Erwin menyebut pembangunan garasi akan diprioritaskan lebih cepat melalui perubahan anggaran, sementara pembangunan gedung baru masih dalam tahap perencanaan.
“Pembangunan gedung kita rencanakan dulu, kemungkinan masuk perubahan anggaran. Sementara garasi kita upayakan lebih cepat,” katanya.
Terkait desain bangunan, Erwin memastikan konstruksi akan disesuaikan dengan kondisi wilayah yang termasuk zona rawan gempa.
“Sebenarnya bisa tiga lantai, tapi karena kondisi tanah rawan gempa, kemungkinan maksimal dua lantai saja,” ujarnya.
















